Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

MENTERI HAM PERINGATKAN BAHAYA POLARISASI RASIAL DI PAPUA: KESELAMATAN WARGA SIPIL ADALAH HARGA MATI!

MIMIKA, tabloidnusantara. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, menyerukan peringatan tegas terkait pergeseran pola konflik bersenjata di Tanah Papua yang dinilai mulai mengarah pada isu identitas, ras, dan etnisitas.

Dalam Forum Koordinasi Kebijakan HAM di Jakarta, Menteri HAM menyoroti rentetan aksi penyerangan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) yang secara khusus menargetkan warga sipil dari kelompok masyarakat pendatang. Polarisasi ini dinilai berpotensi menciptakan jurang pemisah sosial yang mengancam disintegrasi dan keharmonisan antarkelompok masyarakat di Papua.

“Eskalasi kekerasan berbasis ras ini merupakan persoalan sangat serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan lintas sektor. Jika tidak segera ditandai dan ditangani, polarisasi ini akan membuat hubungan antarkelompok masyarakat semakin sulit disatukan,” tegas Menteri HAM Natalius Pigai.

Menteri HAM mengingatkan seluruh pihak yang berkonflik untuk tunduk pada hukum humaniter internasional. Pihaknya melarang keras keterlibatan warga sipil sebagai objek penyerangan maupun tameng hidup dalam operasi militer.

Di sisi lain, Natalius Pigai mengecam keras alibi sepihak TPN-OPM yang kerap menuduh warga sipil sebagai intelijen atau agen aparat guna membenarkan aksi eksekusi mati secara sewenang-wenang.

“Jika terdapat dugaan keterlibatan seseorang dalam aktivitas intelijen, penyelesaiannya wajib melalui koridor hukum yang berlaku, bukan lewat tindakan main hakim sendiri. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Pernyataan tegas Menteri HAM ini mengemuka menyusul eskalasi kejahatan bersenjata yang merenggut nyawa warga sipil tak berdosa di wilayah Papua Pegunungan dalam beberapa pekan terakhir:

  1. Penembakan Aparat Sipil Negara (9 September 2026): Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya—Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik—tewas dieksekusi kelompok KKB Nduga Derakma pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Muliama saat menjalankan tugas.
  2. Pembunuhan dan Pembakaran Sopir Angkutan (15 September 2026): Seorang pengemudi angkutan umum rute Wamena–Mbua, Aris Sanda (41), diadang, dibunuh, dan kendaraannya dibakar di Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, bersama Kasatgas Humas Kombes Pol Yusuf Sutejo membantah keras tuduhan KKB terkait status korban sebagai intelijen. Kepolisian menegaskan bahwa korban murni warga sipil yang telah bekerja melayani transportasi masyarakat selama 13 tahun, dan penegakan hukum terukur akan terus dilakukan terhadap para pelaku.