MAKASSAR, tabloidnusantara. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengajak generasi muda menghidupkan semangat Sumpah Pemuda melalui tindakan nyata, termasuk merawat keberagaman budaya dan mengambil peran dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.
“Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup, diwariskan, dan diwujudkan dalam kehidupan nyata,” ujarnya saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Fort Rotterdam, Kota Makassar, Rabu.
Ia menegaskan ikrar yang dicetuskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah tonggak sejarah perjuangan bangsa sekaligus pengingat bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi persatuan.
“Di tengah keberagaman suku, bahasa, tradisi, dan ekspresi budaya yang kita miliki, generasi muda harus mampu menjaga persatuan sekaligus merawat keberagaman yang membentuk identitas bangsa kita,” katanya.
Menurut Fadli Zon, nilai patriotik tercermin melalui kecintaan terhadap tanah air yang diwujudkan dengan menjaga persatuan, merawat keberagaman budaya, dan memahami sejarah perjuangan bangsa.
Ia mengatakan kegigihan menjadi bekal generasi muda untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan tidak menyerah dalam menghadapi perubahan zaman.
“Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui tindakan dan kerja nyata. Kegigihan diperlukan agar generasi penerus bangsa terus belajar, berjuang, mengembangkan potensi, serta menciptakan karya dan menghadirkan inovasi yang membuat kebudayaan Indonesia terus berkembang,” katanya.
Selain patriotisme dan kegigihan, ia menekankan pentingnya empati sebagai dasar membangun hubungan yang saling menghormati.
Sikap tersebut diwujudkan melalui kesediaan mendengarkan, menghargai perbedaan latar belakang, dan mendukung sesama dengan semangat gotong royong.
“Dengan integritas, kerja sama, dan kepedulian, kita dapat meneruskan semangat Sumpah Pemuda sekaligus mengambil peran dalam memajukan kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun masa depan Indonesia,” ujar Menteri Fadli Zon.
