Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PERISTIWA

MAUT DI KM 20 TOL WIYOTO WIYONO, KECELAKAAN AKIBAT MICROSLEEP AKHIRI NYAWA TIGA PEKERJA

JAKARTA, tabloidnusantara. Jakarta Utara kembali berduka. Jalan layang Wiyoto Wiyono berubah menjadi lokasi tragedi ketika sebuah truk tronton menghantam rombongan pekerja proyek yang sedang bertugas. Tabrakan itu merenggut tiga nyawa dan melukai dua orang lainnya.

Peristiwa terjadi tepat pukul 23.40 WIB di Km 20+200 arah A. Truk tronton bernopol yang dikemudikan FYA, 28 tahun, melaju dari Tanjung Priok menuju Pluit. Di tengah perjalanan, konsentrasi sang sopir buyar. Polisi menyebut FYA mengalami microsleep.

Dalam hitungan detik kendaraan berat itu menghantam traffic cone pembatas, lalu menghajar mobil operasional milik Citra Marga yang tengah parkir untuk pekerjaan beton dan pemeliharaan jalan tol.

Hantaman keras itu tidak memberi kesempatan bagi para pekerja untuk menghindar. Suroto, petugas pengawas beton dan pemeliharaan, tewas seketika di lokasi.

Nasib serupa dialami Yunus yang juga meninggal di tempat kejadian. Sementara Baharudin sempat dilarikan ke Rumah Sakit Koja, namun nyawanya tidak tertolong.

Dua rekan mereka selamat dengan luka. Akbar terpental dan jatuh ke Kali Ancol yang berada di kolong tol. Tubuhnya mengalami keseleo dan lecet di beberapa bagian. Sugito mengalami luka yang lebih serius, di punggung, kepala, tangan, hingga kaki kanannya.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan awal dan olah TKP. Menurutnya, kehilangan kendali akibat microsleep menjadi pemicu utama kecelakaan maut ini.

“Pengemudi mengalami microsleep dan menabrak traffic cone dilanjutkan menabrak kendaraan kedua beserta pekerja proyek yang sedang mengerjakan proyek jalan tol,” ujarnya.

Usai kejadian, aparat Satlantas Polres Metro Jakarta Utara bergerak cepat. Sopir truk FYA diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor Satlantas Jakarta Utara.

Kendaraan tronton maupun mobil operasional Citra Marga juga telah disita sebagai barang bukti. Kasat Lantas Metro Jakarta Utara, Kompol Ridha Poetera Aditya, memastikan penyelidikan masih berjalan untuk mendalami faktor kelalaian, kondisi kendaraan, hingga jam kerja sopir.

Kecelakaan ini kembali menyorot rawan nya pekerjaan malam di bahu jalan tol. Di tengah deru kendaraan besar dan minimnya penerangan, para pekerja infrastruktur sering berada dalam jarak yang sangat dekat dengan arus lalu lintas. Traffic cone dan lampu peringatan ternyata belum cukup menghentikan truk yang kehilangan kendali.

Hingga Kamis, 10 September, kasus ini masih dalam penanganan Ditlantas Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian belum menetapkan status tersangka, namun FYA tetap berstatus terperiksa.

Tiga nama kini menambah daftar panjang korban kecelakaan kerja di jalan tol. Suroto, Yunus, dan Baharudin pergi saat menjalankan tugas menjaga agar jalan yang kita lalui setiap hari tetap layak.