Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MASSA AMPB BUBAR, LANJUT MAHASISWA DAN PELAJAR

JAKARTA, tabloidnusantara. Janji tertulis pimpinan DPR untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026 tidak meredam Senayan.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri secara tertib Kamis (27/8/2026) siang setelah audiensi dengan tiga Wakil Ketua DPR RI. Tapi beberapa jam kemudian, kawasan DPR RI berubah menjadi lautan massa mahasiswa, pelajar, hingga nyala api di depan pagar kompleks parlemen.

AMPB Cabut, Bawa “Ultimatum Desember”

Perwakilan AMPB dipimpin Supriyono alias Botok keluar dari Gedung DPR sekitar siang. Mereka pulang naik bus setelah mendapat komitmen tertulis dari pimpinan DPR.

Sebelum meninggalkan lokasi, massa meneriakkan: “Sampai ketemu Desember!”

Itu bukan salam perpisahan. Itu ancaman. AMPB menegaskan akan kembali dengan aksi lebih besar dan menuntut pimpinan DPR mundur jika janji itu diingkari.

Estafet Aksi, Mahasiswa dan Pelajar Masuk

Begitu AMPB angkut, tongkat estafet diambil alih.

Pukul 13.30 WIB, rombongan mahasiswa Universitas Terbuka tiba bersama aliansi masyarakat lain. Disusul massa dari berbagai kampus yang terus mengalir ke Senayan membawa bendera dan spanduk yang isinya sama: desak pengesahan RUU Perampasan Aset.

Pukul 14.16 WIB massa masih bertahan di bawah flyover Taman Ria Senayan. Menjelang pukul 16.00 WIB, kerumunan makin padat dan bergerak maju ke depan gerbang DPR RI.

Aparat keamanan memperketat penjagaan dan membatasi akses masuk ke kompleks parlemen.

Sore Aksi Berubah Ricuh, Ada Api, Ada Petasan di Tol

Titik didih terjadi menjelang pukul 17.00 WIB. Video yang beredar menunjukkan massa memadati pagar DPR. Di satu titik terlihat api menyala dekat pagar, disertai dorongan massa ke arah akses masuk.

Pukul 18.24 WIB gelombang baru datang. Sekelompok pelajar masuk dari arah Slipi menuju Gerbang Kompleks Parlemen. Mereka memakai jaket, di dalamnya tampak seragam batik sekolah. Beberapa membawa bendera Agustusan bertiang bambu.

Situasi makin tak terkendali. Sejumlah pelajar terlihat berlarian di badan tol. Tak lama kemudian massa menyalakan kembang api dan petasan, diarahkan ke jalur arah Mampang.

Massa lain yang berada di tembok pembatas arteri dan tol sempat berteriak memperingatkan agar tidak menyerang warga sipil.

Polisi Coba Bubarkan Pukul 19.30, Massa Melawan

Hingga pukul 19.30 WIB polisi berupaya membubarkan massa dengan alasan sudah masuk jam malam. Upaya itu berbalik. Massa justru melawan dan bertahan di depan DPR.

Sampai berita ini ditulis, konsentrasi massa masih cukup besar di sekitar kompleks parlemen.

Aksi 27 Agustus ini menyatukan dua narasi: warga Pati yang menuntut kepastian hukum lewat RUU Perampasan Aset, dan gelombang mahasiswa-pelajar yang menjadikan isu yang sama sebagai pemantik aksi lebih luas.

DPR sudah mengunci tanggal: 15 Desember 2026. Tapi Senayan hari ini membuktikan, komitmen di atas kertas belum cukup meredakan jalanan.

Pertanyaannya sekarang: apakah janji itu akan ditepati sebelum “Sampai ketemu Desember” benar-benar terjadi lagi?