Selasa, 27 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BUDAYA

MAGELANG FLOWER FESTIVAL 2026: 8 HARI BUNGA, SENI, DAN UMKM, DITUTUP ETHNO CARNIVAL KELILING KOTA

Bagikan berita:

MAGELANG, tabloidnusantara. Magelang Flower Festival (MFF) 2026 berlangsung 25 Oktober sampai 1 November di Alun-alun Kota Magelang. Event ini diharapkan memberi multiplier effect bagi ekonomi dan pariwisata Kota Magelang.

“Untuk Magelang Flower Festival, kemarin kita buka tanggal 25 Oktober sampai dengan tanggal 1 November. Pada tanggal 1 November ada kegiatan Magelang Ethno Carnival,” kata Wali Kota Damar Prasetyono di Pendopo Pengabdian, Selasa (27/10/2026).

“Magelang Ethno Carnival akan menyajikan dan menampilkan semacam parade, parade tanaman atau bunga hias dengan keliling kota dan nanti ada mobil hias seperti itu. Dan saya berharap dengan kegiatan atau event Magelang Flower Festival ini ada multiplier effect yang terjadi,” sambung Damar.

Dalam MFF 2026 ini ada sekitar 43 stan terdiri stan tanaman flora dan fauna. Kemudian, bukan hanya dari Magelang melainkan ada dari Solo, Karanganyar, Malang, Jakarta, Jogja maupun lainnya.

“Karena banyak sekali tenan-tenan dari berbagai kota yang menghadirkan semacam produk-produk khususnya tanaman di daerahnya dibawa ke Kota Magelang dan kami pantau sejauh ini berjalan dengan baik. Alhamdulillah, dari luar kota banyak sekali yang masuk ke Kota Magelang untuk melihat dan mungkin untuk belanja juga,” imbuh Damar.

“Saya rasa ini menjadi hal yang positif. Juga kita melibatkan UMKM juga dan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya. Hal seperti ini akan kita galakkan terus sehingga Kota Magelang ini menjadi kota dengan tujuan berbagai macam kegiatan. Dan ini tentunya yang kami harapkan berdampak nyata kepada ekonomi dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri di Kota Magelang,” tambah Damar.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Magelang, Indah Dwiantari mengatakan, Magelang Flower Festival Tahun 2026 merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Magelang untuk mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, florikultura dan seni budaya sekaligus memperkuat daya tarik Kota Magelang sebagai destinasi wisata yang kreatif, inklusif dan berdaya saing.

“Magelang Flower Festival 2026 diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober sampai dengan 1 November bertempat di Alun-alun Kota Magelang dan di sejumlah titik kegiatan pendukung di wilayah Kota Magelang,” kata Indah.

“Dalam penyelenggaraannya, Magelang Flower Festival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang saling melengkapi selama 8 hari yang meliputi, pertama pameran dan kegiatan florikultura. Kegiatan ini mencakup pameran bunga dan tanaman hias, kontes anggrek, kontes burung, lomba merangkai bunga, serta berbagai kegiatan edukasi dan apresiasi terhadap potensi florikultura,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kata Indah, diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha di bidang tanaman hias dan ekonomi berbasis kreativitas.

“Yang kedua, pagelaran seni budaya dan musik. Festival menghadirkan pertunjukan seni tradisional, tari, musik, fashion show, serta berbagai perlombaan dan kegiatan edukatif dirangkaikan melalui kolaborasi dari perangkat daerah, komunitas seni, dan unsur masyarakat, termasuk dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Yang ketiga, kata Indah, pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.

“Sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi masyarakat, festival menyediakan ruang promosi melalui stan UMKM, produk kreatif, kuliner, tanaman hias, dan produk unggulan lainnya,” katanya.

“Keempat, promosi pariwisata melalui Magelang City Tour. Pemerintah Kota Magelang melalui Disporapar menghadirkan program city tour gratis bagi pengunjung dengan dukungan komunitas Himpunan Pramuwisata Indonesia atau HPI Kota Toea Magelang dan Mlaku Magelang,” tambahnya.

Untuk kelima, kata dia, kegiatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.

“Rangkaian festival turut menghadirkan senam asri tematik bunga dalam rangka Hari Olahraga Nasional yang akan diikuti oleh 10.000 peserta, Z-hub run, kegiatan florikultura, serta beragam aktivitas yang mendorong partisipasi masyarakat,” ujarnya.

“Keenam, Magelang Ethno Carnival 2026. Sebagai salah satu agenda unggulan dalam rangkaian festival, Magelang Ethno Carnival dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 1 November 2026 pukul 07.00 sampai dengan 13.00 WIB,” lanjutnya.

Indah menambahkan, berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan manfaat yang nyata.

“Tidak hanya bentuk kemeriahan acara, tetapi juga melalui tumbuhnya jejaring kerja sama, berkembangnya peluang usaha, meningkatnya apresiasi terhadap seni dan budaya, serta semakin kuatnya kebanggaan masyarakat terhadap Kota Magelang,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Yetty Setyaningsih mengatakan, latar belakang diselenggarakan ini karena keterbatasan fiskal daerah.

“Jadi, salah satu strategi untuk peningkatan perputaran ekonomi itu Kota Magelang sebagai Kota MICE. Artinya sebagai kota untuk Meeting, kemudian juga untuk exhibition atau pameran, salah satunya melalui event.”

“Memang event itu bukan satu-satunya strategi di dalam peningkatan pariwisata atau perputaran ekonomi lokal. Tapi, tetap kita lakukan sebagai starter supaya banyak pengunjung itu datang. Kemudian melakukan pembelanjaan, mendapatkan hiburan secara gratis. Satu sebagai hiburan, yang kedua juga meningkatkan perputaran ekonomi,” kata Yetty.

Salah satu peserta Magelang Flower Festival yakni Kebun Anggrek Zilquin Pesona Bunga, Tawangmangu. Dalam event ini membawa jenis Anggrek Bulan dan Anggrek Dendrobium.

“Selama tiga hari ini, mulai Minggu, Senin dan Selasa untuk antusias pengunjung ramai. Jadi, saya terkesan di sini, ‘kok ternyata pengunjungnya ramai’. Untuk transaksi, Alhamdulillah lumayan ramai,” kata Sabani (22), penunggu stan.

“Kami bawa 500. Yang terjual sudah lumayan. Kalau (selesai sehari pameran) meninggalkan stan ditutup dengan paranet. Untuk keamanan aman, kembali ke sini tidak ada barang berantakan seperti saat ditinggalkan,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Finda (35) warga Jurangombo Selatan Kota Magelang mengatakan, Magelang Flower Festival ini sangat menarik baru pertama dilangsungkan.

“Saya sekalian pengen tahu bunga-bunga anggrek, jenis anggrek dan bukan cuman anggrek saja. Ini menarik sekali karena jarang ada acara kayak gini. Mungkin kedepannya lebih, banyak stan-stan UMKM,” ujar Finda.