PANDEGLANG, tabloidnusantara. Pencarian delapan orang rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin memasuki hari keempat. Tim gabungan akhirnya menemukan benda mencurigakan di perairan barat Anyer, namun hingga kini belum bisa dipastikan apakah berkaitan dengan korban.
Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, KAL Anyer menemukan satu buah life jacket tanpa identitas dan satu buah tabung botol berwarna putih. Lokasinya berada sekitar 7,05 nautical mile di sisi barat Anyer. Jarak itu terpaut cukup jauh dari titik kontak terakhir kapal, yang diperkirakan berkisar 10 hingga 12 nautical mile.
“Untuk temuan tim KAL Anyer saat ini masih akan dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu. Jadi untuk kejelasannya mohon dari rekan-rekan menunggu, mengingat posisinya penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian,” ujar Wawan di Pandeglang, Kamis.
Ia berhati-hati dalam menyimpulkan. Botol tabung putih yang ditemukan juga merupakan barang yang umum dipakai nelayan setempat. Karena itu Lanal Banten belum berani mendeklarasikan bahwa benda-benda itu milik rombongan speed boat yang sedang dicari.
Seluruh barang bukti akan dikumpulkan di posko utama untuk melalui tahap identifikasi komprehensif. Lanal juga berencana mencocokkan karakteristik life jacket dengan keterangan dari pihak penyewa kapal, agar tidak muncul spekulasi liar di ruang publik.
“Kita tidak akan membuat statement yang memicu keraguan atau spekulasi yang bersifat liar,” tegas Wawan.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menyebut operasi pencarian lewat udara yang dilakukan Kamis belum membuahkan hasil. Dari pantauan langsung di atas Gunung Anak Krakatau dan pulau-pulau sekitar, belum terlihat tanda-tanda keberadaan korban.
Kendati demikian, pencarian tidak akan dihentikan. Sesuai standar IAMSAR Guidelines, operasi akan terus berjalan intensif selama tujuh hari ke depan.
Basarnas menggandeng PVMBG dan BMKG untuk memutakhirkan data cuaca dan aktivitas vulkanik. Tantangan di lapangan masih besar. Jarak pandang terbatas akibat kabut asap dari kebakaran dan aktivitas vulkanik di bawah ketinggian 1.500 meter membuat penyisiran menjadi lebih sulit.
Meski abu vulkanik tingkat tinggi dilaporkan telah bergerak ke Samudra Hindia di atas ketinggian 50.000 kaki, keselamatan tim tetap menjadi pertimbangan utama sebelum penurunan personel ke darat dilakukan.
Pada hari ketujuh nanti, Basarnas akan menggelar rapat evaluasi bersama PVMBG, BMKG, dan tim medis untuk menentukan langkah lanjutan operasi.
Hingga malam ini, delapan orang yang terdiri dari jurnalis, awak kapal, dan pemandu itu masih belum ditemukan. Life jacket yang terombang-ambing di barat Anyer menjadi satu-satunya petunjuk fisik, namun kebenarannya masih menunggu hasil identifikasi.
