JAKARTA, tabloidnusantara. Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tangan ke-21 sepanjang 2026. Penangkapan dikonfirmasi langsung Ketua KPK Setyo Budiyanto.
“Benar, sedang ada kegiatan di lapangan,” kata Setyo Budiyanto di Jakarta, Senin.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Sirajudin tidak ditangkap sendirian. Total 14 orang diamankan dalam OTT tersebut.
”Dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.
Rinciannya, lima orang diamankan di Jakarta termasuk Sirajudin Lasena. Delapan orang lainnya ditangkap di Sulawesi Utara dan satu orang di Gorontalo. Pihak yang diamankan terdiri dari kepala dinas, aparatur sipil negara, dan pihak swasta.
”Lima orang diamankan di Jakarta. Salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara,” ucap Budi.
Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
OTT terhadap Sirajudin menjadi OTT ke-21 KPK sepanjang 2026. Sebelumnya KPK membuka tahun dengan menangkap delapan orang dalam kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara.
Pada Januari KPK juga menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo.
Pada Februari KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin dan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Rizal yang saat itu menjabat Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Di bulan yang sama KPK juga menangkap Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.
Memasuki Maret yang bertepatan dengan Ramadan, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam OTT berbeda. April KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo sebagai OTT ke-10, sementara Mei tanpa OTT.
Pada Juni KPK kembali menggelar OTT yang membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri, disusul penangkapan Bupati Muara Enim Edison, ASN BPK RI dalam pengembangan kasus, serta Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang juga menyerahkan diri.
Juli menjadi bulan dengan OTT paling padat, yakni OTT ke-15 hingga ke-18 terhadap Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Agustus KPK melakukan OTT ke-19 dengan menangkap jajaran Rektorat Unsoed, dan September OTT ke-20 terkait dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.
Penangkapan Sirajudin Lasena menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat OTT KPK di tahun 2026. Deretan nama dari bupati hingga pejabat pajak dan pengadilan menunjukkan operasi senyap KPK belum berhenti menyasar korupsi di berbagai sektor.
