Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
NASIONAL

KOGABWILHAN III TERBANGKAN DUA HELIKOPTER, KIRIM BANTUAN DARURAT UNTUK 500 PENGUNGSI JILA

MIMIKA, tabloidnusantara. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat berupa bahan makanan bagi sekitar 500 warga dari sembilan kampung di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Bantuan ini didistribusikan merespons kondisi sulit yang dihadapi masyarakat pascalonjakan ketegangan dan insiden penculikan warga sipil oleh kelompok bersenjata beberapa hari terakhir.

Guna menjangkau lokasi pengungsian secara cepat, Kogabwilhan III mengerahkan dua unit helikopter milik TNI Angkatan Udara. Armada tersebut diberangkatkan menuju Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin yang menjadi titik konsentrasi utama warga yang mengungsi.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menginspeksi langsung kesiapan logistik pangan tersebut sebelum diberangkatkan. Menurutnya, bantuan ini bukan semata-mata pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah krisis yang dihadapi masyarakat.

“Bahan makanan ini mungkin terlihat sederhana, namun bagi mereka yang tengah berada di pengungsian, inilah yang paling dibutuhkan saat ini. Kepedulian kita, sekecil apa pun, diharapkan mampu memberikan harapan dan semangat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi ini,” tegas Letjen TNI Lucky.

Setibanya di lokasi, bantuan logistik tersebut langsung disambut oleh warga. Sebagian bahan makanan segera didistribusikan, sementara sisanya diamankan sebagai cadangan di posko pengungsian yang kini berada di bawah penjagaan ketat personel Satuan Tugas (Satgas) TNI.

Selain memimpin operasi kemanusiaan, Letjen TNI Lucky Avianto juga memohon dukungan doa dari seluruh rakyat Indonesia bagi keberhasilan misi pembebasan warga yang masih diculik. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan penculikan terlebih terhadap anak-anak dan warga sipil yang tidak bersalah tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Sejalan dengan upaya TNI, tokoh adat dan tokoh agama setempat turut menyerukan kepada kelompok bersenjata agar segera membebaskan seluruh warga sipil yang masih ditahan. Seluruh elemen sepakat bahwa keselamatan masyarakat sipil adalah prioritas utama dan jalan damai merupakan satu-satunya solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan di wilayah Jila.