JAKARTA, tabloidnusantara. Aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis malam 27 Agustus, berakhir ricuh bukan karena penyampaian aspirasi. Polda Metro Jaya menegaskan, perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok yang datang setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu selesai membubarkan diri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyebut kericuhan dipicu massa susulan yang tujuannya sudah bergeser dari menyampaikan pendapat.
“Aksi penyampaian aspirasi awal dari massa AMPB Pati sebenarnya sudah selesai pada sore hari dan mereka telah membubarkan diri secara tertib setelah bertemu perwakilan DPR. Namun, kemudian datang sekelompok massa lain yang memicu kericuhan dengan mencoba membakar dan mendorong pagar utama,” ujar Budi di Jakarta, Jumat 28 Agustus.
Menurut polisi, eskalasi terjadi sejak sore hingga malam. Sejumlah orang mulai mendorong pagar utama kompleks parlemen dan membakar di sekitar pintu gerbang.
Polri sebelumnya sudah mengingatkan agar massa menjaga ketertiban sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, termasuk batas waktu pelaksanaan.
Karena peringatan tidak diindahkan dan tindakan anarkis meningkat, aparat mengambil langkah penertiban bertahap.
“Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas melakukan upaya pembubaran terukur (soft approach) menggunakan armada water cannon terhadap massa yang masih bertahan dan merusak fasilitas umum,” kata Budi.
Budi menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis, tetapi tegas terhadap perusak fasilitas publik.
“Tindakan perusakan fasilitas umum dapat merusak keteraturan sosial dan berujung pada terganggunya pelayanan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
“Pihak kepolisian tidak memberikan ruang bagi segala bentuk aksi kekerasan yang merugikan publik.”tambahnya.
Polda Metro Jaya juga meluruskan narasi di lapangan. Pengamanan Kamis 27 Agustus dilakukan bertahap, dimulai sejak penyampaian aspirasi AMPB Pati hingga munculnya massa lain yang bertahan hingga malam.
“Polri telah memberikan peringatan untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan-tindakan berupa perusakan,” tambah Budi dalam keterangan Kamis malam.
Hingga Jumat, polisi masih melakukan pendataan kerusakan dan mengidentifikasi kelompok yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut.
Aksi AMPB Pati berlangsung tertib di siang hari dan selesai setelah bertemu perwakilan DPR. Kericuhan baru muncul malam harinya oleh massa berbeda yang tidak lagi menyuarakan aspirasi, melainkan melakukan perusakan.
