Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

KEPUNG TIGA BENCANA ALAM EKSTREM, PEMPROV PAPUA TENGAH TERJUNKAN HELIKOPTER PEMADAM DAN SIAGAKAN PANGAN

NABIRE, tabloidnusantara. Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengerahkan operasional helikopter pemadam kebakaran (water bombing) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di sejumlah kabupaten. Misi darurat ini diluncurkan seiring kepungan tiga fenomena alam sekaligus yang melanda wilayah Papua Tengah: ancaman karhutla, kemarau ekstrem El Nino, serta fenomena embun es (frost) yang memicu krisis pangan dan air bersih.

Kepastian penanganan krisis terpadu tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, di Nabire pada Minggu (23/8).

Gubernur Meki Nawipa yang memimpin langsung Satuan Tugas (Satgas) Karhutla menegaskan pentingnya pembagian peran yang tegas dan cepat antara pemerintah provinsi, delapan bupati, serta unsur Forkopimda.

“Kita menghadapi dampak akumulatif dari kebakaran hutan, El Nino, hingga fenomena embun es yang memicu krisis air bersih dan krisis pangan. Melalui rapat ini, kita satukan langkah untuk menentukan pembagian tugas secara rinci demi mempercepat penyaluran bantuan dan upaya pencegahan bersama,” ujar Meki Nawipa.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Papua Tengah menetapkan enam langkah strategis yang wajib ditindaklanjuti oleh seluruh pemerintah daerah:

  1. Seluruh bupati di delapan kabupaten diwajibkan membentuk Satgas Karhutla hingga tingkat kampung dan melaporkan perkembangannya paling lambat Rabu (26/8).
  2. Pemprov menyiagakan helikopter untuk pemadaman titik api dari udara setelah pemetaan area terdampak selesai dilakukan.
  3. Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah berkoordinasi dengan Pemkab Puncak untuk menyalurkan pasokan pangan bagi warga terdampak ancaman kelaparan akibat embun es.
  4. Dinas Kesehatan Provinsi menyalurkan cadangan obat-obatan dan logistik kesehatan ke Kabupaten Mimika.
  5. Meningkatkan integrasi operasional pemadaman bersama Polda Papua Tengah, Korem 173/Praja Vira Braja, dan Binda Papua Tengah.
  6. Pemprov memberikan apresiasi kepada Pemkab Puncak atas respons cepat dalam penanganan awal dampak embun es dan karhutla di wilayahnya.

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel Youw, menegaskan bahwa seluruh elemen pemangku kepentingan berkomitmen menjaga kolaborasi terpadu agar dampak krisis kekeringan, kegagalan panen, serta bahaya kabut asap dapat ditekan seminimal mungkin.