MERAUKE, tabloidnusantara. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 160.000 meter kubik (m³) sumber air rawa untuk mendukung panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Panen raya padi di kawasan tersebut ditargetkan berlangsung pada Oktober-November 2026 dengan luas panen sekitar 180 hektare. Menteri PU Dody Hanggodo memperkirakan produksi yang dihasilkan mencapai sekitar 130-140 ton.
“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektare, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton,” kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (30/9/2026).
Kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan produktivitas lahan pertanian di Wanam. Kementerian PU juga menyiapkan opsi pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur. Namun, langkah tersebut terlebih dahulu membutuhkan survei geolistrik untuk mengidentifikasi keberadaan akuifer dan potensi sumber air bawah tanah.
Kebutuhan Air Belum Merata
Pada lokasi panen raya perdana, luas pengolahan tanah mencapai 220 hektare, sedangkan luas lahan yang telah ditanami sekitar 127 hektare.
Untuk lokasi penanaman bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat sekitar 48.384 m³, dengan ketersediaan mencapai 52.410 m³. Artinya, kebutuhan air di lokasi tersebut masih dapat dipenuhi dari sumber yang tersedia.
Berbeda dengan bagian selatan, kondisi di lokasi penanaman bagian utara seluas 20 hektare masih menghadapi kekurangan pasokan air. Kebutuhannya mencapai 34.560 m³, sementara ketersediaan air baru sekitar 805 m³.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan sumber air alternatif agar kebutuhan lahan pertanian di kawasan tersebut dapat terpenuhi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengembangan lumbung pangan di berbagai wilayah merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional.
“Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia, enggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi. Hari ini kita bicara cuaca paling bagus di Papua. Untung kita masih punya Wanam,” ujarnya.
KSPEAN Wanam Dikembangkan hingga 10.000 Hektare
Pengembangan KSPEAN Wanam merupakan bagian dari program pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025. Kawasan tersebut direncanakan mencakup lahan hingga 10.000 hektare.
Namun, karakteristik lahan di Wanam tidak seragam. Kawasan tersebut terdiri atas lahan kering, semi-basah hingga rawa sehingga membutuhkan sistem tata kelola air yang berbeda pada setiap lokasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian PU terus membangun jaringan irigasi rawa dan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan Wanam.
Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) tercatat mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.
Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyediaan sumber air alternatif terus diperkuat untuk mendukung produktivitas pertanian di Wanam.
Dengan panen perdana yang ditargetkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan kesiapan kawasan Wanam sebagai salah satu sentra pengembangan pangan di Papua Selatan.
