MERAK, tabloidnusantara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan Kapal Negara (KN) Trisula P.111 untuk membantu pendinginan KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, setelah api dinyatakan 100 persen padam.
“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan KN Trisula P.111 untuk membantu penanganan kebakaran KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten,” kata Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran Ditjen Hubla Kemenhub Capt. Budi Mantoro di Jakarta, Rabu (21/10).
Budi menyebut hingga Rabu sore proses pemadaman telah mencapai 100 persen, sementara pendinginan masih terus berlangsung dengan melibatkan kapal patroli dari KSOP Kelas I Banten, Pangkalan PLP Tanjung Priok, dan Basarnas.
“Proses pemadaman telah mencapai 100 persen dan saat ini dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan kondisi kapal tetap terpantau,” ujarnya.
Penanganan dilakukan melalui pengerahan unsur kapal bantuan dan koordinasi lintas instansi. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mendukung penanganan yang aman serta menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” kata Budi.
Sebelumnya, Rabu pagi asap tebal dan api kembali muncul dari KMP Batumandi. KN Jembio P.125 melakukan pemadaman pada pukul 07.27 WIB, disusul kapal tunda TB Ratu Harbour dan TB Gunung Cipala mulai pukul 07.45 WIB. Pada pukul 08.51 WIB, KN Trisula P.111 merapat ke posisi KMP Batumandi untuk membantu pemadaman dan pendinginan.
Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha mengatakan koordinasi dengan VTS Merak, Basarnas, badan usaha pelabuhan, dan unsur terkait terus diperkuat.
“Koordinasi terus kami perkuat bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkoordinasi, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Yogie.
KSOP Kelas I Banten juga mendukung pendinginan melalui KNP 333 serta memasang oil boom di sekitar KMP Batumandi untuk mengantisipasi pencemaran laut akibat potensi kebocoran bahan bakar atau minyak pelumas, sehingga risiko terhadap perairan, ekosistem, dan aktivitas masyarakat pesisir dapat diminimalkan.
Untuk mendukung pemantauan, posko penanganan didirikan di Gedung Sosoro Mall PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Merak.
Sejumlah kapal terlibat dalam penanganan dan evakuasi, antara lain KN Trisula P.111, KN Jembio P.125, KN SAR Tetuka, TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, TB Karya Pacific 2291, TB Rizaluta Patra 00, TB Ratu Harbour, TB Krakatau IP 01, TB Diasraya VII, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, SPOB Samawa, serta BC 9006 dari Bea Cukai.
Ditjen Hubla mengapresiasi sinergi seluruh unsur dan memastikan kesiapsiagaan petugas serta langkah antisipatif pencemaran laut terus dijaga demi keselamatan pelayaran dan kelestarian lingkungan di perairan Merak.
