Menu

IDE KREATIF SAMPAH PLASTIK UNTUK RUANG KERAS DAPAT DUKUNGAN BUPATI GARUT

Kabar Nusantara 1 bulan ago 6

GARUT, tabloidnusantara. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendukung pemanfaatan sampah plastik oleh pihak swasta menjadi bahan berguna untuk membangun ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat sebagai ide kreatif dalam penyelamatan lingkungan.

‎Hal tersebut dikatakan saat melakukan peletakan bata plastik daur ulang pertama pada bangunan baru SDN 3 Sukanegla di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/2).

‎”Ini salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik, memanfaatkan sampah plastik jadi sesuatu yang lebih berguna buat masyarakat,” katanya.

‎Bupati menjelaskan, pembangunan ruang kelas baru untuk SDN 3 Sukanegla tersebut merupakan bentuk perhatian dari Yayasan Bakti Barito yang memiliki program kepedulian terhadap lingkungan dan dunia pendidikan.

‎Salah satunya, melakukan inovasi memanfaatkan sampah plastik daur ulang untuk menjadi bata sebagai material bangunan dinding pada ruang kelas maupun toilet di sekolah tersebut yang kokoh, tahan lama, dan saling terhubung.

‎”Ini menurut saya sesuatu inovasi yang baik, tadi saya lihat ada inovasi terkait dengan konsep yang ‘interlocking’, saling mengunci antara bata satu dengan bata yang lain,” ucapnya.

‎Kemudian Ia menyampaikan, inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang ramah lingkungan di Kabupaten Garut.

‎Atas idenya, Bupati mengaku bangga dan mengapresiasi dengan adanya kolaborasi pembangunan berbasis ekonomi sirkular yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

‎”Ini adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan terkait dengan pembangunan di bidang pendidikan,” katanya.

‎Ia berharap terobosan Yayasan Bakti Barito tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tapi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dengan mengelola sampah plastik.

‎”Menjadi contoh nyata bagi masyarakat Garut tentang pentingnya pengelolaan sampah serta kesehatan, saya juga berharap kerja sama seperti ini bukan hanya di tempat ini saja, melainkan bisa ke tempat-tempat yang lain,” katanya.

‎Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu mengatakan, inovasi lingkungan mampu membawa dampak positif dan manfaat nyata secara langsung bagi warga sekitar.

‎Ia mengapresiasi keberanian Pemerintah Kabupaten Garut yang telah bersedia menjadi pionir dalam mengadopsi solusi inovatif tersebut, salah satunya dalam penerapan pemanfaatan sampah plastik untuk bahan bangunan sekolah.

‎”Melalui kerja sama pemerintah setempat dan mitra teknologi, kita membuktikan kalau plastik residu bisa menjadi bagian dari penyelesaian, dengan membangun ruang untuk anak-anak bisa belajar dan membantu mengurangi beban di lingkungan,” katanya.

‎Ia menjelaskan pembangunan gedung baru SDN 3 Sukanegla memanfaatkan material hasil daur ulang sampah plastik residu yang selama ini sulit atau tidak dapat didaur ulang melalui metode konvensional.

‎Hampir seluruh komponen utama bangunan sekolah itu, kata dia, memanfaatkan material hasil daur ulang yang membutuhkan sekitar 15 ton limbah plastik residu untuk menjadi dua ruang kelas dan dua unit toilet yang nyaman untuk anak-anak di sekolah.

‎”Langkah ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghadirkan infrastruktur serta fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” katanya.

‎Ia menyampaikan, pembangunan ruang baru dan toilet tersebut rencananya akan selesai beberapa pekan yang ditargetkan sudah bisa digunakan pada Juli 2026 saat permulaan tahun ajaran baru.

Written By