Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

HELIKOPTER CHINOOK JEPANG MULAI TURUN TANGAN PADAMKAN KARHUTLA DI KALBAR

JAKARTA, tabloidnusantara. Kementerian Pertahanan memastikan tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook milik Jepang akan diterjunkan langsung ke operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Misi kemanusiaan itu dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 12 September hingga 19 September 2026.

Ketiga helikopter saat ini tengah dalam perjalanan menuju Indonesia dengan menumpang kapal JS Kunisaki. Berdasarkan siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah yang disampaikan Selasa di Jakarta, armada itu diperkirakan sandar di Pelabuhan Kijing pada Rabu, 9 September 2026.

Setelah tiba, tim teknis dari kedua negara akan melakukan pengecekan dan persiapan akhir sebelum helikopter diterbangkan ke lokasi titik api.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan bahwa kehadiran alutsista Jepang tidak mengambil alih komando penanganan karhutla di lapangan. Pemerintah Indonesia tetap menjadi leading sector.

“Bantuan Jepang kemudian diintegrasikan dengan seluruh operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Jadi, seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan,” ujar Tri.

Bantuan ini lahir dari payung kerja sama pertahanan yang lebih luas. Pada 4 Mei 2026 Indonesia dan Jepang menandatangani Defence Cooperation Arrangement atau DCA. Salah satu ruang lingkup utama dalam perjanjian itu adalah pengelolaan bencana, termasuk Humanitarian Assistance and Disaster Relief. Karena itulah Tri menyebut operasi kali ini harus dilihat sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan, bukan intervensi militer.

CH-47 Chinook dipilih karena memiliki kapasitas angkut air yang besar dan kemampuan terbang di medan sulit. Dengan dukungan itu, diharapkan pemadaman di titik-titik rawan di Kalimantan Barat bisa dilakukan lebih cepat dan menjangkau area yang selama ini sulit diakses helikopter berkapasitas kecil.

Pemerintah menegaskan integrasi operasi akan dilakukan secara penuh. Helikopter Jepang akan beroperasi di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah, sehingga bantuan luar negeri memperkuat, bukan menggantikan, upaya nasional.

Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, publik di Kalbar kini menanti kedatangan Chinook tersebut sebagai tambahan tenaga udara untuk memutus rantai asap karhutla sebelum musim kemarau memuncak.