DEPOK, tabloidnusantara. Rencana tawuran yang diduga akan pecah di wilayah Pancoranmas, Kota Depok, berhasil digagalkan polisi pada Sabtu dini hari (29/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Tim Jaguar Polres Metro Depok mengamankan 32 pemuda di Jalan Perikanan, Gang Mandor Jaun, Pancoranmas, setelah patroli rutin mencurigai adanya kumpulan orang dengan gerak-gerik tidak wajar.
Dari lokasi, petugas tidak hanya membubarkan massa. Polisi juga menyita barang bukti yang mengarah pada persiapan kekerasan: 8 senjata tajam berbagai jenis dan setengah botol cairan yang diduga air keras.
“Seluruh pemuda beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Pancoranmas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata petugas di lapangan. Pemeriksaan difokuskan pada identitas, peran masing-masing, dan dugaan keterlibatan dalam rencana tawuran tersebut.
Penggagalan ini bukan insiden pertama di Depok. Tawuran antar kelompok remaja kerap muncul pada jam rawan, antara tengah malam hingga dini hari, di gang-gang sempit yang minim penerangan dan pengawasan warga.
Yang membuat kasus ini layak disorot: barang bukti yang dibawa sudah mengarah pada potensi korban serius. Senjata tajam ditambah cairan keras bukan sekadar “baku hantam”. Ini indikator eskalasi kekerasan yang bisa menimbulkan luka permanen bahkan korban jiwa jika tidak dihentikan lebih awal.
Polisi menyebut langkah cepat ini bertujuan mencegah jatuhnya korban dan kerugian di masyarakat.
Kapolres Metro Depok melalui Tim Jaguar mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja, terutama saat malam hingga dini hari.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing emosi dan tidak mengambil tindakan sendiri jika melihat kelompok mencurigakan. Laporan bisa langsung disampaikan ke layanan 110 agar ditangani aparat.
Langkah penindakan memang penting. Namun tanpa upaya pencegahan di tingkat keluarga, sekolah, dan lingkungan RT/RW, siklus tawuran akan terus berulang. Akses mudah terhadap senjata tajam dan cairan berbahaya juga harus jadi perhatian bersama.
Untuk sekarang, 32 pemuda itu masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pancoranmas. Polisi belum merilis apakah mereka pelajar, pengangguran, atau ada pihak yang mengorganisir.
Yang jelas, satu malam di Pancoranmas terhindar dari darah. Tapi tanpa membongkar akar masalahnya, Depok akan terus siaga setiap kali jarum jam mendekati pukul 3 dini hari.
