Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

ENAM SIMPATISAN DAN ANGGOTA OPM NYATAKAN SETIA KEPADA NKRI DALAM DUA HARI

PAPUA TENGAH, tabloidnusantara. Pendekatan persuasif dan komunikasi sosial yang dilakukan Satgas Koops TNI Habema disebut berhasil mendorong enam orang yang dikaitkan dengan OPM menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam dua hari berturut-turut.

Lima orang dari Kodap VIII/Intan Jaya menyatakan ikrar di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026). Sehari kemudian, seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga, Erison Murib alias Buton Murib (22), mengikuti prosesi serupa di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak.

(FOTO : KOOPS TNI HABEMA)

Kelima orang di Intan Jaya masing-masing berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS. Mereka disebut memiliki latar belakang sebagai pelajar, pengemudi ojek, dan pekerja mandiri.

Menurut Koops TNI Habema, keputusan tersebut diambil setelah proses komunikasi dan dialog persuasif dengan mereka. Kelimanya sebelumnya disebut terindikasi berinteraksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.

Sementara di Beoga, Erison Murib disebut merupakan anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla. Ia disebut berperan dalam distribusi logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.

Dalam prosesi tersebut, Erison menyampaikan ikrar kesetiaan kepada NKRI di hadapan jajaran aparat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat.

Suasana haru turut mewarnai prosesi. Keluarga Erison menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan aparat dan meminta dukungan agar Erison dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.

Simbol Kembali ke Kehidupan Sipil

Prosesi ikrar di Sugapa dan Beoga dilakukan dengan sejumlah simbol. Para peserta mengenakan pakaian batik, menandatangani surat ikrar kesetiaan, mencium Bendera Merah Putih, kemudian mengikuti doa bersama.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, pihaknya mengapresiasi keputusan para peserta yang memilih meninggalkan jalan kekerasan.

Menurutnya, TNI membuka ruang persaudaraan bagi pihak-pihak yang ingin meletakkan senjata dan kembali hidup bersama masyarakat.

“Pintu persaudaraan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin meletakkan senjata,” ujar Wirya.

Ia menegaskan, pendekatan komunikasi sosial akan terus dikedepankan dengan perhatian pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Papua. TNI juga menyatakan akan mengawal proses pemulihan sosial para mantan anggota maupun simpatisan kelompok bersenjata agar dapat kembali berbaur dengan masyarakat.

Koops TNI Habema mengajak anggota kelompok bersenjata lainnya untuk mengikuti langkah serupa dan kembali ke tengah masyarakat.