Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

EMPAT ANGGOTA KKB BATALYON EDEN SAWI TEWAS DALAM KONTAK TEMBAK DI DEKAI, SATGAS ODC AMANKAN SENJATA DAN AMUNISI

JAYAPURA, tabloidnusantara. Kontak tembak antara tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo dengan kelompok bersenjata terjadi di kawasan bekas Kantor KPU, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9/2026).

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan insiden bermula ketika personel gabungan mendatangi lokasi untuk melakukan penangkapan terhadap anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi yang disebut dipimpin Wadanyon Habis Nare.

“Tim gabungan hendak melakukan penangkapan, namun kelompok tersebut melakukan penembakan sehingga terjadi kontak tembak,” kata Yusuf di Jayapura, Rabu (2/9/2026).

Menurut Yusuf, personel sempat memberikan tembakan peringatan setelah mendapat gangguan tembakan dari kelompok tersebut. Namun, situasi kemudian berkembang menjadi baku tembak setelah peringatan tidak diindahkan.

Dalam kejadian itu, sejumlah orang disebut melarikan diri ke arah hutan sambil membawa senjata api dan melepaskan tembakan ke arah personel gabungan.

Setelah situasi dinilai aman, petugas melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi dan menemukan empat jenazah yang menurut kepolisian merupakan anggota kelompok bersenjata. Tiga di antaranya telah diidentifikasi, yakni EH alias E, YK alias LY, dan M.

Selain korban tewas, aparat juga mengamankan enam orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Yahukimo.

Dari lokasi, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan tiga unit telepon seluler.

“Enam orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan,” ujar Yusuf.

Polisi kini masih mendalami identitas dan peran keenam orang tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata yang terlibat dalam kontak tembak.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, identitas seluruh pihak yang terlibat, serta status hukum orang-orang yang diamankan.