Sabtu, Juli 13, 2024
BerandaHANKAMDUA PRAJURIT ANAK PETANI ASAL GIANYAR IKUTI TRADISI SATUAN YONZIPUR 18/YKR

DUA PRAJURIT ANAK PETANI ASAL GIANYAR IKUTI TRADISI SATUAN YONZIPUR 18/YKR

Gianyar, TABLOIDNUSANTARA.COM” – Batalyon Zeni Tempur 18/Yudha Karya Raksaka menggelar serangkaian kegiatan Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR, salah satunya yakni kegiatan Tradisi Penjemputan yang digelar pada Kamis (20/01/2022).

Yang menarik dari kegiatan tersebut adalah hadirnya dua putra daerah yang kembali ke daerah asalnya setelah ditempa dalam pendidikan dasar dan kejuruan hingga menjadi prajurit Yonzipur 18/YKR.

Dua Prajurit berpangkat Prada ini, memiliki orang tua yang kesehariannya bekerja sebagai Petani di Desa Payangan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

“Mereka bernama Prada I Dewa Gede Putra Widana dan Prada I Gede Sunarta,” sebut Danyonzipur 18/YKR Mayor Czi Damai Adi Setiawan, S.Ip., saat mendamping para prajuritnya yang sedang melaksanakan Tradisi Penjemputan.

Mayor Damai mengatakan bahwa setelah menjadi prajurit baru Yonzipur 18/YKR, dua putra daerah ini harus menjalani serangkaian Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR salah satunya tradisi penjemputan beserta 98 orang lainnya.

“Tradisi dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan wilayah Kabupaten Gianyar yang menjadi wilayah Markas Batalyon Zeni Tempur 18/YKR berada, dan tentunya dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, kegiatan tradisi dilakukan dengan berjalan kaki dan membawa perlengkapan perorangan serta melaksanakan gerakan tambahan sebagaimana prajurit ditempa untuk menanamkan kebanggaan pada diri mereka masing.

“Walaupun berat, jika dijalani dengan penuh semangat dan senang hati serta rasa kebersamaan, maka semuanya akan terasa ringan. Hingga mereka mampu menunjukkan kepantasannya menjadi prajurit petarung di Kota Gianyar dan siap membawa nama baik satuan disetiap langkah pengabdian,” ungkapnya.

Kegiatan tradisi diakhiri dengan pengarahan kepada para prajurit yang sudah melaksanakan tradisi agar tetap semangat, berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas, sekaligus menekankan bahwa tradisi ini adalah awal dari suatu perjuangan dan pengabdian ke satuan tercinta. (Yonzipur 18/YKR)

Tabloid Nusantarahttps://tabloidnusantara.com/
Membuka Wawasan Dan Mencerdaskan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments