SIDRAP, tabloidnusantara. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mempercepat masa tanam untuk para petani dan memperkuat Electrifying Agriculture (EA) atau pertanian agrikultur menghadapi El Nino, hal ini dilakukan untuk menghadapi fenomena kekeringan panjang yang dinilai berdampak pada sektor pertanian.
Sebelumnya, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi El Nino akan terjadi pada 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan berlangsung di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.
”Jadi masa tanamnya kita majukan sekitar satu bulan, yang biasanya masa tanam (MT) ke dua ini baru dimulai di Juni, sekarang sudah semua. MT ini kita lakukan lebih dulu di akhir April hingga Mei kemarin,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPHP Sidrap Anju Saleh di Sidrap, Senin (8/6).
Selain itu, para petani telah diberikan edukasi dan pendampingan untuk menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim yang berkembang.
Hasilnya, banyak petani yang melakukan penanaman lebih awal dibanding pola tanam normal.
Anju menjelaskan, saat ini banyak tanaman padi yang telah berumur sekitar 75 hari dan sebagian sudah memasuki masa panen. Langkah percepatan tanam tersebut dinilai efektif dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino.
Ia memastikan sejumlah strategi dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Upaya mempercepat masa tanam, pemerintah daerah juga mengoptimalkan pemanfaatan listrik masuk sawah melalui program Electrifying Agriculture PLN guna mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Selain percepatan tanam, tambah dia, DTPHP Sidrap juga memaksimalkan dukungan program listrik masuk sawah untuk menunjang operasional pompa air di sejumlah sentra pertanian.
Ketersediaan listrik, sambung dia, menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan air ke lahan pertanian saat curah hujan mulai berkurang.
“Dengan adanya jaringan listrik yang telah masuk ke wilayah pertanian, petani lebih mudah mengoperasikan pompa air sehingga distribusi air ke lahan tetap terjaga. Ini menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi potensi dampak El Nino,” jelasnya.
Anju menambahkan, kombinasi percepatan masa tanam, pemanfaatan infrastruktur kelistrikan, serta edukasi berkelanjutan kepada petani menjadi strategi yang efektif untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
”Melalui langkah tersebut, kami target produksi padi tetap dapat tercapai meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman musim kering yang lebih panjang akibat fenomena El Nino,” ujar dia.
Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare Muh Akbar mengatakan pihaknya optimistis dalam menyiapkan kelistrikan termasuk infrastruktur dalam mendukung sektor pertanian.
Khususnya kata dia, lewat program listrik masuk sawah bekerjasama pemerintah Sidrap tentunya.
”Kita tetap mengawal pertanian lewat program Electrifying Agriculture. yang mulai akrab bagi petani Sidrap, apalagi dukungan ini untuk mewujudkan swasembada pangan pastinya,” kata dia

Ganjar, Terapkan Kartu Tani Untuk Pelayanan Pupuk Bersubsidi