JAKARTA, tabloidnusantara. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Djaka Budi Utama Djaka akhirnya memberikan tanggapan namanya terseret dalam kasus dugaan suap perusahaan.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Sesaat sebelumnya, Djaka sempat berdialog bersama Purbaya, terutama mengenai penerimaan kepabeanan dan cukai. Ia juga berbincang mengenai upaya Bea Cukai dalam menindak rokok ilegal.
Dengan kehadirannya Djaka itu cukup menarik perhatian awak media karena ia menjadi salah seorang pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang banyak ditanya awak media.
Banyak pertanyaannya dilontarkan. Ada yang mengenai peran Bea Cukai setelah kehadiran BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia, kelanjutan kasus dugaan praktik pelanggaran impor oleh penjual perhiasan mewah Tiffany & Co, dan soal kasus dugaan suap dan gratifikasi impor di Bea Cukai.
Ketika ditanya mengenai dugaan kasus tersebut, Djaka hanya menjawab singkat.
“Terkait dengan permasalahan importasi di Bea Cukai, kita sama-sama ikuti perkembangan persidangan saja,”ucap Djaka.

BUPATI LANGKAT DAN MANTAN TIMSES DITETAPKAN TERSANGKA OLEH KPK
KEMENKEU BEBERKAN APBN KiTA EDISI MARET HINGGA MEI 2026