JAKARTA, tabloidnusantara. Pergantian Menteri Perindustrian berlangsung secara tak biasa. Presiden Prabowo Subianto mencopot Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis 1 Oktober 2026, tepat ketika yang bersangkutan masih menjalankan misi resmi negara di Amerika Serikat.
Agus saat itu tidak berada di Jakarta. Ia tengah menghadiri forum bergengsi Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity 2026 di Amerika Serikat, forum yang menentukan arah kebijakan baja dunia.
Di sela agenda tersebut, Agus juga bertemu langsung dengan United States Trade Representative, Ambassador Jamieson Greer, untuk membahas kerja sama strategis perdagangan dan industri Indonesia-Amerika Serikat.
Namun di tengah diplomasi itu berjalan, Istana mengambil keputusan berbeda. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian baru di Istana Negara Jakarta.
Pelantikan Sarmuji mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Dengan Keppres itu, Sarmuji resmi mengambil alih kursi Menperin dari Agus Gumiwang.
Situasi ini membuat transisi terjadi secara dramatis. Ketika Sarmuji mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo di Jakarta, Agus Gumiwang masih berada ribuan kilometer jauhnya di Amerika Serikat, menjalankan agenda resmi pemerintah yang belum selesai.
