TIMIKA, tabloidnusantara. Tokoh intelektual sekaligus Kepala Suku Damal di Kabupaten Mimika, Yulius Hagabal, menyerukan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk pengimporan konflik antarkelompok dari Distrik Kwamki Narama ke wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Langkah ini diambil guna meredam pergeseran potensi kekerasan pasca-insiden bentrokan di Kwamki Narama yang mulai mengancam stabilitas keamanan warga sipil di luar lokasi pertikaian.
Yulius menegaskan pentingnya konsolidasi terpadu antara aparat TNI-Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, serta para tokoh adat untuk memutus rantai aksi saling serang dan menjaga kondusivitas daerah.
“Tembagapura adalah kawasan tempat masyarakat mencari nafkah, bukan arena pertikaian. Kita harus bersama-sama menjaga situasi Mimika agar tetap kondusif. Jangan sampai pertikaian dari Kwamki Narama dibawa ke Tembagapura karena dampaknya merugikan aktivitas sosial-ekonomi warga serta berpotensi memicu gelombang pengungsian,” tegas Yulius Hagabal di Timika, Kamis (10/9).
Selain meminta masyarakat menahan diri dan mengedepankan jalur dialog hukum-adat yang bermartabat, Yulius mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan oknum atau kelompok bersenjata yang memanfaatkan situasi keruh untuk mengganggu keamanan.
Masyarakat diharapkan terus berkolaborasi dengan jajaran Polres Mimika dan Kodim 1710/Mimika melalui pemberian informasi cepat guna mendukung penegakan hukum dan pencegahan konflik susulan di lapangan.
