SORONG, tabloidnusantara. Pemerintah Kota Sorong mencatat sebanyak 59 kejadian Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan total 70 titik api (hotspot) melalap sekitar 105,9 hektare lahan di wilayah Kota Sorong sepanjang periode Juli hingga September 2026.
Data tersebut dipaparkan oleh Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Papua Barat Daya yang dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di Kantor Gubernur, Sorong, Jumat (25/9).
Pemerintah Kota Sorong mengonfirmasi bahwa kendati eskalasi kebakaran cukup signifikan akibat musim kemarau, upaya pengendalian dan pemadaman di lapangan masih berjalan terkendali berkat respons cepat kolaboratif antar-instansi teknis.
“Penanganan karhutla di wilayah Kota Sorong sejauh ini dapat diatasi dengan baik atas sinergi bersama antara BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta unsur terkait. Pemkot Sorong terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujar Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, di Sorong.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Daya, George Yarangga, menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan operasional di tingkat kabupaten/kota untuk meminimalkan perluasan dampak kebakaran lahan.
Pemerintah daerah mengintensifkan patroli pencegahan serta edukasi bahaya karhutla kepada warga pemukiman, sembari memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga potensi masuknya musim penghujan pada November mendatang.
