Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PERISTIWA

BOCAH 4 TAHUN TERPEROSOK DALAM LOBANG PROYEK BERUKURAN 30 CM DI MANGGARAI

JAKARTA, tabloidnusantara. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun akhirnya meninggal dunia usai terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

‎Korban berinisial I sempat berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

‎”Kondisi korban balita tidak tertolong,” kata Kapolsek Tebet AKP Ischak di Jakarta, Minggu (28/6).

‎Bocah dinyatakan masih hidup saat proses evakuasi namun tidak tertolong saat berada di rumah sakit.

‎Sementara, Kepala Sektor Tebet Sudin Gulkarmat Jaksel, Kusnanto menambahkan pihaknya turut membantu evakuasi dari lokasi kejadian hingga rumah sakit.

‎”Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Kusnanto.

‎Hingga kini, penyebab sang anak sampai terjatuh ke dalam lobang proyek masih diselidiki lebih lanjut.

‎Pada Minggu dini hari, polisi menerima laporan warga mengenai seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

‎Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.40 WIB, saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek tersebut.

‎Korban kemudian terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter (cm).

‎Teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai yang selanjutnya diteruskan kepada petugas piket fungsi Polsek Tebet dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

‎Pada tahap awal, petugas berupaya melakukan evakuasi secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban keluar.

‎Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena ukuran lubang yang sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.

‎Petugas kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, serta mendatangkan alat berat untuk membantu proses penyelamatan.

‎Dua unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan penggalian secara hati-hati dengan terlebih dahulu membuat jalur aman di sisi lubang guna menghindari longsor.

‎Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area dan mencegah kerumunan warga menghambat proses evakuasi.

‎Setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada sekitar pukul 03.55 WIB dan langsung dibawa ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.