Minggu, 18 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BMKG: ASAP KARHUTLA MULAI JAUHI JABODETABEK, KUALITAS UDARA MASIH FLUKTUATIF

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Sabtu (18/10/2026).

Sekretaris Utama BMKG Guswanto di Jakarta menjelaskan, sisa sebaran asap masih terdeteksi di Pesisir Barat Banten pada ketinggian 10.000 – 18.000 kaki.

“Hasil pemantauan citra satelit pada Jumat (16/10) menunjukkan asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat secara sesaat, tetapi tidak berlangsung lama dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan,” kata Guswanto.

Pemantauan Sabtu pagi hingga siang memperlihatkan sebaran asap bergeser menjauh secara bertahap akibat pergerakan angin yang melemah.

“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing,” tegasnya. Ia menekankan keberadaan asap di lapisan atas tidak selalu memicu peningkatan polutan di permukaan.

Berdasarkan pengukuran di Kemayoran, konsentrasi PM2.5 tercatat 46,7 hingga 109,7 mikrogram per meter kubik, masuk kategori sedang hingga tidak sehat.

Data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup juga menunjukkan variasi: Marunda 49 (baik), Tanah Abang 60 (sedang), hingga Kelapa Gading 103, Menteng 116, dan Kebun Jeruk 120 yang masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan, sebaran asap di wilayah lain masih terpantau di sebagian besar Sumatera dan Kalimantan, Sulawesi tengah hingga selatan, Maluku, serta Papua akibat tingginya titik panas.

BMKG mencatat 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 16 Oktober 2026, dengan Sumatera Selatan terbanyak 189 titik.