Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

BAKU TEMBAK, DPO NARKOBA TEWAS DAN 3 POLISI TERLUKA SAAT PENGGEREBEKAN DI LAMPUNG UTARA

LAMPUNG UTARA, tabloidnusantara. Baku tembak pecah di kawasan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa dini hari sekitar pukul 02.45 WIB. Seorang pria berinisial PHP, 30, yang berstatus DPO kasus narkotika tewas. Tiga anggota polisi juga terluka dalam insiden itu.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan peristiwa penindakan tersebut.

“Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Yuni saat dikonfirmasi dari Bandarlampung.

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat soal dugaan penyalahgunaan senjata api. Tim kemudian menyisir kawasan Muara Jaya dan mendapati lokasi sedang dipakai untuk kegiatan hiburan musik.

Saat petugas hendak melakukan pengamanan, PHP diduga langsung melepaskan tembakan ke arah polisi. Kontak senjata pun tak terhindarkan.

Akibat baku tembak itu, PHP tewas di tempat. Sementara tiga anggota mengalami luka. AA tertembak di kaki kanan, AAC mengalami luka gores di pelipis, dan BA tertembak di bagian perut.

Ketiganya langsung dilarikan ke RS Handayani Kotabumi. Karena kondisinya lebih serius, BA kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandarlampung.

Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver warna krom dengan gagang cokelat, dua butir amunisi kaliber 9 mm, serta tiga selongsong peluru.

Yuni menyebut PHP merupakan DPO Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara. Polisi juga menduga kuat yang bersangkutan terkait jaringan peredaran senjata api ilegal di wilayah Lampung Utara.

“Saat ini penyidik masih mendalami keterkaitan PHP dengan jaringan lainnya. Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” kata Yuni.

Peristiwa ini menambah panjang daftar penindakan terhadap DPO narkoba yang melakukan perlawanan bersenjata di Lampung dalam beberapa bulan terakhir. Polisi kini fokus menelusuri dari mana senjata rakitan itu berasal dan siapa pemasoknya.

Polisi pun masih melakukan penyelidikan dan pengembangan dari kasus tersebut.