Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

ANTISIPASI PUNCAK EL NINO, MIMIKA SIAGAKAN 275 PERSONEL GABUNGAN DAN POSKO TERPADU KARHUTLA

TIMIKA, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten Mimika bersama jajaran TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta Dinas Kesehatan menyiagakan 275 personel gabungan guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih akibat cuaca ekstrem. Keseluruhan personel diterjunkan dalam apel kesiapsiagaan terpadu yang digelar di Mapolres Mimika.

Langkah mitigasi ini diambil menyikapi proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai puncak fenomena El Nino yang melanda wilayah Papua Tengah sejak Juni hingga September 2026.

Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penanganan ancaman karhutla dapat dilakukan secara cepat, presisi, dan terukur sebelum meluas ke pemukiman warga.

“Peningkatan potensi kekeringan selama puncak musim kemarau ini harus disikapi secara serius. Jika tidak diantisipasi sejak dini, karhutla dapat memicu gangguan kesehatan akibat kabut asap, merusak ekosistem, hingga melumpuhkan aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat,” tegas AKBP Alfredo A. Rumbiak di Timika, Jumat (28/8).

Meskipun kondisi darat di wilayah Kabupaten Mimika saat ini relatif aman dari titik api, sebaran kabut asap sempat melintas di ruang udara Kota Timika akibat dampak kebakaran lahan di wilayah tetangga seperti Merauke, Papua Selatan. BMKG mencatat jarak pandang penerbangan di Timika masih berada pada batas aman berkisar 4.000 hingga 5.000 meter.

Guna mempercepat respons penanganan di lapangan, Polres Mimika bersama instansi terkait meluncurkan Posko Terpadu Karhutla yang siap melayani aduan serta laporan masyarakat selama 24 jam.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan potensi titik api kepada petugas terdekat demi menjaga kondusivitas lingkungan di Kabupaten Mimika.