TUAL, tabloidnusantara. Seorang anggota kepolisian bernama Briptu Nanda Tutupoho dan prajurit TNI AU, Serda Rangga S di Kota Tual, Maluku, gugur saat menyelamatkan seorang pelajar bernama Opy Hanubun (16) yang tenggelam di Perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin. Keduanya dihantam ombak saat sedang berupaya menyelamatkan korban tersebut.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi mengatakan peristiwa yang terjadi di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Minggu (21/6) pukul 14.40 WIT. Berawal saat sekelompok pelajar SMP awalnya berfoto di area tebing yang terpisah dari guru dan Opy tiba-tiba melompat ke laut.
”Seorang pelajar bernama Opy Hanubun kemudian tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak berselang lama, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan,” ucapnya, Senin (22/6).
Teriakan itu memicu perhatian para pengunjung pantai termasuk Briptu Nanda dan Serda Rangga. Keduanya lantas berenang di sekitar perairan menolong Opy.
”Tanpa ragu, keduanya lantas terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi perairan sedang ombak besar dan arus yang kuat mengakibatkan keduanya terseret arus di area tebing pantai,” bebernya.
Warga yang menyaksikan insiden itu lalu mengevakuasi evakuasi Opy yang tenggelam. Selanjutnya Briptu Nanda dan Serda Rangga diselamatkan setelah sempat terbawa arus.
”Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis. (Namun) sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar,” bebernya.
”Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.
Rositah menambahkan peristiwa nahas tersebut menjadi potret nyata solidaritas dan semangat kemanusiaan dari aparat negara meski nyawa taruhannya. Aksi kemanusian ini berujung keduanya gugur.
”Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S, prajurit TNI Udara dari Lanud Dumatubun.
”Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara,” imbuhnya.

REKLOSET PELURU POLISI, PRAJURIT TNI GUGUR SAAT PENGGEREBEKAN BANDAR NARKOBA DI ACEH
PANGDAM XVII/CENDERAWASIH HADIRI PENGANTARAN 2 JENAZAH PRAJURIT TNI KORBAN KEKEJAMAN KST