WAMENA, tabloidnusantara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Kesehatan resmi merekrut dan melepas 61 tenaga kesehatan (nakes) kontrak Tahun Anggaran 2026 untuk ditugaskan di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan. Langkah strategis ini ditempuh guna memperkuat pelayanan kesehatan dasar di tingkat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), khususnya pada wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Pelepasan 61 nakes tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Gubernur John Tabo menegaskan bahwa pemerataan dan penguatan kapasitas nakes di puskesmas merupakan komitmen prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan angka harapan hidup dan derajat kesehatan masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).
“Pemerintah Provinsi mengontrak 61 tenaga kesehatan guna memastikan kehadiran pelayanan medis dasar hingga ke pelosok kampung di delapan kabupaten. Kami berharap penempatan nakes ini dapat meningkatkan mutu layanan puskesmas, menekan angka kesakitan, serta memperbaiki angka harapan hidup Orang Asli Papua secara berkelanjutan,” tegas Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, di Wamena, Sabtu (3/10).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Pegunungan, Titus Kogoya, menjelaskan bahwa 61 nakes yang direkrut terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga farmasi, hingga analis laboratorium, yang mana mayoritas merupakan putra-putri daerah Orang Asli Papua.
Seluruh pembiayaan kontrak operasional nakes bersumber dari alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun 2026 dengan total anggaran mencapai kurang lebih Rp1,4 miliar selama satu tahun. Penambahan nakes ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi ketimpangan dan kekurangan tenaga medis di area perbatasan serta pedalaman Papua Pegunungan.
