KUALA PEMBUANG, SERUYAN, tabloidnusantara. Kabar duka dari langit Seruyan. Dua kru Helikopter MI-17V5 TNI AD dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting, Rabu (5/11/2026).
“Kru nya ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang bisa dipastikan meninggal dunia dan satu masih tahap pencarian,” ungkap Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin di Kuala Pembuang, Rabu malam.
“Ya ini ada insiden pesawat MI-17 kebetulan dia bertugas untuk _water bombing_ di sekitar daerah Taman Nasional Tanjung Puting,” katanya.
Pangdam Zainul Arifin bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berangkat ke Seruyan untuk meninjau lokasi kejadian sekaligus menemui korban selamat di RSUD Kuala Pembuang.
Dalam perjalanan dari Palangka Raya menuju Seruyan, Gubernur bersama Pangdam dan Kapolda langsung menuju ke lokasi heli yang jatuh serta mengecek langsung dari udara, sebelum akhirnya berlanjut ke RSUD Kuala Pembuang untuk menemui korban.
Gubernur Agustiar menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut. Ia berharap satu kru yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dalam kondisi selamat, dan para korban yang menjalani perawatan segera pulih.
“Kami turut berduka yang mendalam,” ucap Gubernur Agustiar.
Dia mengharapkan bagi keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran dan bagi yang selamat maupun sedang dalam perawatan semoga cepat pulih.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan yang turut membersamai rombongan menyampaikan, pihaknya akan membantu evakuasi maupun hal-hal yang diperlukan di lapangan.
“Pada intinya saat ini saya akan membantu di dalam upaya evakuasi maupun pertolongan, karena kita selama ini menangani karhutla ini juga bersama-sama,” jelas Kapolda.
Helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 itu sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan teknis saat pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.
Hingga Rabu malam, tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan BPBD masih terus melakukan pencarian terhadap satu kru yang belum ditemukan.
