MANOKWARI, tabloidnusantara. Pemerintah mulai memetakan potensi kampung pesisir di Papua Barat dan Papua melalui survei calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini menjadi bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membangun sentra kegiatan perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Team Leader Mitra Pembangunan KNMP Papua Barat, Johan, mengatakan survei tahun 2026 merupakan bagian dari perluasan program yang mencakup sekitar 4.000 titik di seluruh Indonesia.
Di Papua Barat, tim yang dipimpinnya mendapat penugasan melakukan survei pada 28 titik di Kabupaten Teluk Bintuni. Sementara itu, mitra dari organisasi nonpemerintah (NGO) menangani 40 titik di Kabupaten Kaimana dan Fakfak. Tim tersebut juga mendapat penugasan survei pada 17 titik di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua.
“Program ini bertujuan untuk membangun sebuah sentra perikanan di setiap kampung yang memiliki potensi,” ujar Johan, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan KNMP dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pembangunan telah dilaksanakan di 65 kampung, termasuk salah satu lokasi di Biak. Tahap berikutnya mencakup survei terhadap 1.000 kampung nelayan, sebelum diperluas menjadi 4.000 titik pada 2026.
Dalam pelaksanaannya, KKP melibatkan perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, serta organisasi nonpemerintah untuk mendukung identifikasi dan penilaian calon lokasi.
Johan berharap survei tersebut dapat menghasilkan pemetaan yang tepat sehingga pembangunan tidak sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.
Penentuan lokasi akan mempertimbangkan potensi dan kelayakan masing-masing kampung. Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas perikanan yang mampu memperkuat produktivitas nelayan, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
