Jumat, 30 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

MITIGASI KARHUTLA DAN BENCANA KEKERINGAN, TNI BERSAMA INSTANSI TERPADU SUKSES MENYEMAI 10 TON GARAM DALAM OPERASI MODIFIKASI CUACA DI PAPUA SELATAN

Bagikan berita:

MERAUKE, tabloidnusantara. Satuan Tugas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan unsur TNI Angkatan Udara (AU) melalui Pangkalan Udara (Lanud) J.A. Dimara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, BPBD, AirNav, dan PT Smart Cakrawala Aviation sukses melakukan penyemaian 10 ton (10.000 kilogram) garam NaCl di ruang udara Provinsi Papua Selatan.

Operasi udara terpadu yang memuncak pada Rabu (28/10/2026) tersebut mengerahkan armada pesawat Cessna Caravan 208B (PK-SCG) untuk memicu pembentukan awan hujan buatan. Langkah ini diambil guna memitigasi risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta memelihara ketersediaan air tanah di kawasan ekosistem sensitif Papua Selatan.

Berdasarkan data Pusat Penerangan TNI, akumulasi penyemaian 10 ton garam NaCl tersebut dilaksanakan secara intensif sejak 22 hingga 28 Oktober 2026, dengan cakupan wilayah sasaran utama meliputi Kabupaten Merauke, bagian selatan Kabupaten Mappi, serta bagian selatan Kabupaten Boven Digoel.

“Sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca di Papua Selatan. Penyemaian 10 ton garam ini ditujukan untuk merangsang potensi awan hujan secara optimal, membasahi kawasan rawa dan gambut, serta menekan jumlah titik panas (hotspot) karhutla di wilayah perbatasan,” tegas pernyataan resmi Penerangan TNI di Merauke, Jumat (30/10).

Pelaksanaan OMC di Papua Selatan ini menjadi komitmen nyata pemerintah dan TNI dalam mengawal stabilitas lingkungan hidup, melindungi ruang hidup masyarakat adat, serta meminimalkan emisi karbon dari bencana karhutla di kawasan perkebunan dan pertanian nasional.

Dukungan teknologi penyemaian awan ini juga berkontribusi langsung menjaga kelembapan tanah di lokasi perluasan lahan persawahan dan pangan strategis, sehingga mengamankan produktivitas pertanian lokal masyarakat tanpa mengabaikan asas keseimbangan ekologis.

TNI bersama instansi teknis BMKG dan BPBD akan terus melakukan pemantauan dinamika atmosfer dan analisis citra satelit guna memastikan potensi hujan buatan terdistribusi secara efektif di wilayah rawan Karhutla Papua Selatan.