Jumat, 30 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PWI BOGOR : INI SOSOK OKNUM YANG SERET JURNALIS METROPOLITAN SAAT LIPUT AKSI DI TUGU KUJANG

Bagikan berita:

BOGOR, tabloidnusantara. Jurnalis Metropolitan, Raka Maulana Muhlis, diduga menjadi korban tindakan represif oleh oknum aparat berpakaian sipil saat meliput demonstrasi di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (28/10/2026) malam.

Raka mengaku dipiting, diseret, hingga ditampar ketika merekam dugaan pengeroyokan terhadap massa aksi. Meski telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai jurnalis dan menunjukkan kartu pers, ia tetap dibawa ke sejumlah lokasi.

Senior Manager Produksi dan Konten Metropolitan, M Indra, menyesalkan dugaan tindakan represif tersebut. Ia menilai kejadian itu sebagai persoalan serius yang harus mendapat perhatian dan evaluasi dari institusi kepolisian.

Menurutnya, wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional seharusnya mendapatkan perlindungan, bukan menghadapi intimidasi maupun tindakan represif di lapangan.

Perlindungan terhadap jurnalis merupakan bagian penting dari kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pengamanan demonstrasi semestinya tetap menghormati kerja jurnalistik dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi atau Aldo, mengecam dugaan tindakan represif terhadap Raka saat menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami mengecam tindakan represif kepada videografer Metropolitan yang tengah meliput aksi demonstrasi,” kata Aldo Kamis, (29/10/26).