Kamis, 29 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MALIOBORO MEMANAS: RICUH DEMO SUMPAH PEMUDA MELUAS HINGGA KEPATIHAN, WATER CANNON TAK MAMPU BUBARKAN MASSA

Bagikan berita:

YOGYAKARTA, tabloidnusantara. Kericuhan aksi demonstrasi di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam, meluas hingga ke sirip jalan di kompleks Kepatihan. Polisi yang sudah mengerahkan mobil water cannon belum berhasil membubarkan kerumunan.

Aksi ini digelar Aliansi Jogja Memanggil yang terdiri atas mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Massa menyuarakan evaluasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, mulai dari penanganan karhutla, transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penghentian tindakan represif aparat. 302230d3

Situasi mulai tegang sekitar pukul 18.00 WIB. Massa yang sebelumnya berkumpul di depan Gedung DPRD DIY melemparkan benda keras dan menyalakan kembang api ke arah halaman kantor dewan.

Gerbang gedung terkunci, polisi yang berjaga di halaman hanya bertahan dan menghalau massa agar tidak masuk. 1c26

Ketegangan kemudian meluas ke sisi selatan hingga Jalan Perwakilan dan sirip jalan di kompleks Kepatihan. Di kawasan itu, massa terlibat aksi saling lempar dan saling hujat dengan kelompok warga.

Sementara itu, kobaran api terlihat membakar sejumlah barang di depan gerbang selatan kompleks Gedung DPRD DIY.

Sekitar pukul 19.30 WIB, polisi mengerahkan mobil water cannon untuk menyemprotkan air ke arah kerumunan dan memukul mundur massa menjauhi gedung dewan.

Namun semprotan itu belum membuat massa sepenuhnya mundur. Sebagian massa kembali merangsek menuju ke selatan. Barisan aparat keamanan pun terdorong mundur hingga ke perempatan Kompleks Kepatihan.

Polisi kembali berupaya mengendalikan situasi dengan mempertahankan penjagaan di sekitar lokasi. Namun ketegangan antara massa dan aparat belum mereda karena massa kembali masuk ke Malioboro.

Hingga sekitar pukul 20.30 WIB, kawasan Malioboro dan sekitar kompleks Kepatihan masih berada dalam situasi tegang. Sejumlah pertokoan di sepanjang Malioboro memilih tutup lebih awal karena khawatir kericuhan meluas, dan arus kendaraan di Jalan Malioboro ditutup.