JAKARTA, tabloidnusantara. Petugas Satpol PP Kebayoran Baru terluka saat melakukan operasi cabut pentil (OCP) dalam penertiban parkir liar di Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Dalam kejadian tersebut, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa,” kata Kasatpol PP Kebayoran Baru Diki Zulkarnain kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Kejadian terjadi pada Kamis (8/10) siang. Petugas Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Satpel Dishub Kecamatan Kebayoran Baru, Satpel Sosial Kecamatan Kebayoran Baru, Koramil dan Polsek Kebayoran Baru melaksanakan kegiatan penertiban gabungan.
Salah satunya penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan yang selama ini sering menjadi objek pengaduan masyarakat.
“Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan aman dan terkendali, dengan puluhan kendaraan yang dilakukan operasi cabut pentil oleh petugas Satpel Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Kebayoran Baru,” ucapnya.
Namun setelah penertiban selesai dan petugas bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong, terjadi penghadangan dan pelemparan.
Saat melintas di Jalan Kyai Maja, truk yang berada di bagian belakang iring-iringan dilempari oleh sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan yang saat itu bertepatan dengan waktu istirahat pekerja.
Sementara itu, rombongan kendaraan yang berada di bagian depan mendengar teriakan seorang ibu yang meminta pertolongan karena adanya dugaan pencurian sepeda motor.
“Petugas kemudian berhenti dan turun untuk memastikan situasi serta mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh massa,” kata Diki.
Setelah petugas mendatangi lokasi kerumunan, diketahui bahwa massa merupakan pekerja proyek yang kendaraannya sebelumnya menjadi objek OCP saat penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.
“Mereka tidak terima kendaraannya dilakukan OCP karena menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak PT,” ucapnya.
Kemudian, petugas Satpol PP bersama personel Koramil berupaya meredakan situasi melalui pendekatan persuasif dan komunikasi dengan para pekerja.
Situasi sempat mereda, namun kemudian kembali memanas akibat provokasi dari massa yang berdatangan. Kondisi tersebut berujung pada aksi pelemparan ke arah petugas dan terjadinya kekerasan terhadap petugas di lokasi.
Setelah kejadian, perwakilan manajemen PT PP mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut serta menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas dampak kejadian, termasuk kerusakan maupun biaya pengobatan anggota yang terluka.
Dari kejadian tersebut, pihak Satpol PP Kebayoran Baru memutuskan membawa kekerasan tersebut ke jalur kepolisian.
“Terhadap oknum yang melakukan kekerasan, telah dilakukan pelaporan kepada pihak kepolisian. Para terduga pelaku juga telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut,” ujar Diki.
