Selasa, 29 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

GERAM JALAN RUSAK 10 TAHUN TAK TERSENTUH PEMERINTAH WARGA TETA LAMBATU BIMA SWADAYA PERBAIKI JALAN SENDIRI

Bagikan berita:

BIMA, tabloidnusantara. Jalan rusak tak kunjung dibenahi warga akhirnya turun tangan sendiri. Mereka bergerak bersama demi memperbaiki akses yang setiap hari menjadi tumpuan aktivitas warga.

Aksi penuh semangat gotong royong ini berlangsung di Desa Teta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima. Tak ada komando atau paksaan. Semua bergerak karena merasa jalan tersebut adalah kebutuhan bersama.

Para pria bahu membahu mengerjakan berbagai pekerjaan mulai dari meratakan tanah hingga membantu menarik alat berat. Sementara para perempuan menyiapkan konsumsi untuk warga yang bekerja.

Sebelumnya warga lebih dulu menggalang donasi baik secara online maupun door to door dari rumah ke rumah. Dukungan masyarakat dan para donatur akhirnya terkumpul dan digunakan untuk mendukung perbaikan serta pengaspalan jalan secara swadaya.

Jalan ini bukan sekadar jalur penghubung. Akses tersebut digunakan warga untuk beraktivitas termasuk anak sekolah dan para guru yang menuju wilayah kota.

Namun kondisinya telah lama rusak dan disebut kerap memicu kecelakaan. Bahkan seorang warga mengalami luka pada bagian lengan setelah terjatuh saat melintas dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Warga menyebut perbaikan terakhir dilakukan sekitar 2015. Sejak itu kondisi sejumlah ruas jalan di Kecamatan Lambitu terus memburuk tanpa ada sentuhan nyata dari pemerintah daerah maupun pusat.

Ironisnya di tengah gencarnya pemerintah mengklaim pembangunan infrastruktur merata warga di pelosok Bima justru harus patungan dan kerja sendiri untuk mendapatkan jalan yang layak.

Di tengah kondisi tersebut warga memilih tidak hanya mengeluh. Mereka mengumpulkan dana mengerahkan tenaga dan bergotong royong memperbaiki jalan yang mereka gunakan setiap hari.

Potret ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Bima DPRD hingga Pemprov NTB yang selama bertahun-tahun tutup mata terhadap jeritan warga.

Warga berharap aksi swadaya ini mendapat perhatian dari Pemkab Bima DPRD hingga Pemprov NTB. Sebab masih ada ruas jalan lain di Lambitu yang kondisinya juga membutuhkan perbaikan.

Dari Teta satu hal kembali terlihat ketika kebutuhan bersama mendesak gotong royong mampu membuat warga bergerak meski negara abai.