Rabu, 30 September 2026
TABLOID NUSANTARA
KRIMINAL

TAWURAN MAUT DI MAKASSAR PEMUDA TEWAS DIDUGA DITERJANG PELURU PROPAM PERIKSA 7 PERSONEL TERMASUK KAPOLSEK

Bagikan berita:

MAKASSAR, tabloidnusantara. Tim Bidang Profesi dan Pengamanan Propam Polda Sulsel memeriksa tujuh personel kepolisian terkait pembubaran tawuran maut yang mengakibatkan seorang pemuda Rafli Ramadhani alias Pingky 19 tahun tewas diduga diterjang peluru di Makassar Sulawesi Selatan.

“Jadi sampai dengan saat ini Polda Sulsel khususnya dari Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota yang ada pada saat itu melaksanakan tugas pembubaran tawuran termasuk Kapolsek,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto di Mapolda Sulsel Makassar Senin.

Untuk proses hukum tetap dilaksanakan termasuk menunggu hasil pemeriksaan balistik peluru dari Laboratorium Forensik Labfor agar dapat diungkap karakteristik proyektil termasuk ukuran dalam milimeter maupun jenis peluru yang digunakan anggota Polri.

“Itu masih dalam proses penyidikan. Makanya sekarang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui hal tersebut. Nanti akan ada uji balistik. Kita tunggu uji balistiknya apakah jenis ukurannya milimeternya berapa apakah peluru tajam atau peluru karet atau jenis lain nanti akan ketahuan,” tuturnya.

Selain memeriksa anggota Polri penyidik Propam memanggil beberapa anggota masyarakat yang saat itu mengetahui atau melihat kejadian tersebut. Tim Biddokes Polda Sulsel juga telah melaksanakan autopsi korban.

“Dari hasil itu diketahui ada luka di bagian punggung atau di sebelah kiri. Ada di rusuk yang ketiga kemudian mengarah ke sebelah kanan sampai ke pundak. Itulah sebab kematian dari saudara Rafly,” tuturnya.

Selain mengusut kematian korban tim penyidik Polda Sulsel terus mengembangkan kasus pengrusakan disertai pembakaran pos mitigasi saat terjadi rangkaian bentrokan warga di Kecamatan Tallo. Kerugian material juga masih didata termasuk identitas terduga pelakunya sedang didalami.

“Proses hukum tetap dilaksanakan tetapi proses pengrusakan dari pos mitigasi itu dibakar juga tetap kita laksanakan. Jadi semuanya jalan,” ujar Didik menegaskan.

Korban diduga ikut tawuran antarpemuda Kandea III dan Bunga Ejaya Beru di samping kanal Masjid Al Markaz saat pecah pada Minggu 27 September pukul 02.50 WITA. Meski bentrokan berhasil dibubarkan namun pada pukul 04.50 WITA diperoleh informasi ada seorang tertembak.

“Mereka adalah peserta tawuran. Semua ikut tawuran di situ dan sekitar jam empat subuh itu baru diketahui ada korban meninggal dunia dan sudah berada di Rumah Sakit Angkatan Laut. Dari sana kemudian kita geser ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sekitar jam enam pagi ditindaklanjuti dengan visum,” katanya lagi.

Pihaknya membenarkan tawuran kembali pecah usai korban dimakamkan di TPU Beroangin Minggu malam. Tetapi berhasil dibubarkan polisi dan tidak ada korban maupun warga yang ditangkap.

“Tadi malam sempat ada keributan antara kelompok tersebut di sebelah TKP berada 500 meter dari lokasi sebelumnya dan sudah berhasil dibubarkan oleh pihak kepolisian dipimpin Kapolrestabes Makassar,” katanya.

Langkah antisipasi mencegah bentrokan susulan kata Didik personel Polsek dibantu Polda Sulsel dan polsek terdekat disiagakan dekat tempat kejadian perkara TKP yang sering terjadi tawuran. Patroli ditingkatkan serta intelijen diturunkan maupun dari Binmas memantau situasi.