Sabtu, 26 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PEMERINTAH

JAGA STABILITAS HARGA PEMKAB PPU RUTIN PANTAU PASOKAN PANGAN DI PASARAN

Bagikan berita:

PENAJAM PASER, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur secara berkala melakukan pantauan pasokan bahan pangan guna menjaga stabilitas harga di pasaran di wilayah kabupaten setempat.

“Pasokan komoditas pangan di pasaran secara rutin dipantau,” ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Yusuf Basra ketika ditanya mengenai stabilitas harga pangan di Penajam Sabtu.

Pemantauan atau pengawasan tersebut bagian dari langkah menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga stabil lanjut dia terutama ketika permintaan berpotensi meningkat menjelang hari besar nasional atau hari besar keagamaan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga menjaga kelancaran distribusi bahan pangan melalui berbagai jalur transportasi agar pasokan tidak terganggu karena sebagian kebutuhan pangan masyarakat di kabupaten itu masih dipasok dari luar daerah.

Kemudian pemerintah kabupaten menyiapkan skema operasi pasar sebagai antisipasi apabila permintaan bahan pangan masyarakat meningkat jelas dia sehingga harga di pasaran ikut merangkak naik.

Hasil pantauan menunjukkan harga bahan pangan di pasaran masih stabil serta persediaan komoditas kebutuhan masyarakat di tingkat distributor masih mencukupi.

Sejumlah bahan pangan seperti beras minyak goreng dan gula pasir masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi di tingkat distributor kata dia komoditas pangan itu masih dapat ditemukan di sejumlah pasar tradisional dengan harga saat relatif aman.

Terdata harga bahan pangan di pasaran antara lain beras premium Rp18.000 per kilogram minyak goreng sekitar Rp15.000 hingga Rp24.000 per liter bergantung pada merek dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.

Ia mengatakan rentang harga cabai di pasaran cukup signifikan tercatat kisaran Rp60.000 hingga Rp95.000 per kilogram karena dipengaruhi jenis dan kondisi komoditas cabai yang tersedia di pasaran.