WAMENA, tabloidnusantara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya didorong untuk segera mendistribusikan bantuan tanggap darurat pascamusibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang meluas hingga ke Distrik Siepkosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Kebakaran yang bermula dari area pegunungan perbatasan Distrik Walelagama dan Distrik Itlay Hisage sejak Kamis (10/9) lalu tersebut menjalar turun ke pemukiman warga di Distrik Siepkosi, meratakan sejumlah rumah tinggal, serta merusak kawasan hutan dan situs keramat berharga bagi masyarakat adat Lembah Baliem.
Mewakili Suku Wita dan Waya Distrik Siepkosi, Samuel Haluk, menyampaikan bahwa hingga delapan hari pascainsiden, beberapa titik api dan kepulan asap pekat masih terpantau aktif. Sebagian besar warga yang kehilangan tempat tinggal kini bertahan di tenda-tenda darurat dengan fasilitas terbatas.
“Kami sangat mengharapkan intervensi cepat dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan bahan makanan, air bersih, serta perlengkapan tempat tinggal bagi keluarga terdampak. Ini merupakan musibah besar yang melumpuhkan kehidupan warga,” ujar Samuel Haluk di Siepkosi, Jumat (18/9).
Guna merespons kondisi krisis tersebut, Pemkab Jayawijaya bersama instansi teknis terkait diarahkan untuk menjalankan langkah penanganan terpadu:
- Penerjunan personel pemadam dan kebencanaan untuk memadamkan sisa titik api aktif yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
- Pendistribusian bantuan logistik, perlengkapan tidur, serta dapur umum bagi warga di tenda pengungsian.
- Pendataan kerusakan hunian warga untuk penyediaan hunian sementara (huntara) serta koordinasi bersama tokoh adat dalam pemulihan kawasan keramat Lembah Baliem.
