Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
KEBAKARAN

KOBARAN API LALAP 5 RUMAH DI JANTUNG KOTA SIDIKALANG

SIDIKALANG, tabloidnusantara. Kebakaran hebat menghanguskan kawasan padat penduduk di Jalan Tapanuli dan Jalan Pakpak, Kelurahan Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (18/9) kemarin.

Api melalap habis lima unit rumah dan memaksa dua unit lainnya dibongkar paksa untuk memutus rantai kobaran.

Camat Sidikalang, Mawardy Sastrawan Tumanggor, membenarkan peristiwa yang menggegerkan warga tersebut. Lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan SPBU milik keluarga Naibaho, sehingga sempat memicu kepanikan massal.

“5 unit hangus total. 2 unit dibongkar paksa,” kata Tumanggor saat dikonfirmasi di lokasi.

Ia merinci, lima rumah yang ludes terbakar masing-masing dihuni keluarga M Manurung, Ramli Sianturi, Ompu Ramos Silaban/boru Sihotang, Laung Silaban/boru Sinaga, dan Tince boru Naibaho.

Sementara dua rumah yang terpaksa dirusak untuk menghentikan laju api ditempati keluarga Hutauruk/boru Sinaga dan Bistok Purba.

Menurut Tumanggor, cepatnya api membesar tidak terlepas dari kondisi bangunan yang berdiri sangat rapat dan dominan berbahan kayu.

“Api cepat menjalar karena rangkaian kayu dalam konstruksi. Bangunan berdiri rapat, jadi sulit dikendalikan di awal,” ujarnya.

Ironisnya, sebagian besar rumah yang terbakar juga menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Beberapa diantaranya difungsikan sebagai toko sembako dan warung kopi yang menjadi sumber nafkah sehari-hari.

Beruntung, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil ditaksir cukup besar karena seluruh isi rumah dan barang dagangan tidak sempat diselamatkan.

“Tidak ada korban jiwa. Peristiwa itu menimbulkan kepanikan lantaran berada di kawasan padat permukiman,” tegas Tumanggor.

Upaya pemadaman berlangsung dramatis. Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi mengerahkan seluruh armada, dibantu satu unit damkar milik PT Wahana Graha Makmur. Aparat TNI-Polri, aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat sekitar berjibaku berjam-jam memadamkan si jago merah.

Tumanggor menambahkan, petugas harus bekerja ekstra hati-hati mengingat di lokasi kejadian warga sehari-hari rutin menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga sangat rawan tersulut.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.