Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

AHY : TEGASKAN PENDIDIKAN PEMUTUS KEMISKINAN PAPUA, SEKOLAH RAKYAT DI GASS

JAYAPURA, tabloidnusantaratabloidnusantara. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan satu pesan yang ia bawa dari pusat: pendidikan adalah jalan paling nyata memutus kemiskinan di Papua.

“Sekolah Rakyat adalah gerbang menuju masa depan yang cerah bagi generasi penerus Indonesia yang ada di Papua,” kata AHY saat meninjau Sekolah Rakyat rintisan terintegrasi di Distrik Jayapura Utara, Jumat, 18 September 2026.

Pernyataan itu bukan retorika kunjungan. Tiga titik pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi jenjang SD hingga SMA kini sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum di Sarmi, Kota Jayapura, dan Biak Numfor.

Progres di lapangan masih awal, baru sekitar empat persen, dengan target rampung pada Maret 2027 dan nilai investasi dari APBN yang disiapkan mendekati Rp1 triliun.

Gubernur Papua Matius Fakhiri yang mendampingi kunjungan tersebut memastikan pemerintah daerah tidak menunggu gedung jadi untuk memulai. Sekolah Rakyat rintisan sudah berjalan lebih dulu, bahkan di beberapa kabupaten, sembari lahan dan bangunan permanen disiapkan.

Setelah Biak, Sarmi, dan Kota Jayapura, tahap berikutnya disiapkan di Kabupaten Jayapura tepatnya di Maribu, serta di Kepulauan Yapen dan Supiori.

Logikanya jelas. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah gratis berasrama untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak putus sekolah, dan mereka yang terhambat jarak serta biaya.

Ketika akses dibuka sedekat mungkin dengan kampung, anak-anak yang selama ini terpinggirkan punya kesempatan yang sama untuk maju seperti anak yang lahir di kota besar. AHY sendiri mengulang prinsip yang ia sampaikan dalam peringatan HUT Partai Demokrat awal September lalu, bahwa masa depan seseorang tidak boleh ditentukan oleh di mana ia dilahirkan.

Di Jayapura Utara, AHY juga mengaitkan infrastruktur dasar dengan pendidikan. Air bersih, rumah yang sehat, sanitasi, hingga jalan melalui program Inpres Jalan Daerah yang di Papua menelan sekitar Rp38 miliar, semuanya bermuara pada satu tujuan, memastikan anak tumbuh sehat dan cerdas. Tanpa lingkungan yang layak, persoalan stunting dan kualitas belajar tidak akan selesai.

Bagi pemerintah daerah, Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan sekolah. Wakil Wali Kota Jayapura sebelumnya menekankan aspek AMDAL, keamanan asrama, hingga keberlanjutan lingkungan harus dikawal karena proyek ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi Jayapura.

Pemerintah pusat pun sepakat, program ini akan terus diperluas hingga seluruh kabupaten dan kota di Tanah Papua memiliki Sekolah Rakyat.

Jika pengerjaannya berjalan tepat waktu dan berkualitas, Maret 2027 akan menjadi penanda penting. Bukan hanya tiga gedung baru berdiri, tetapi pintu kesempatan bagi ribuan anak Papua untuk masuk ke dalam sistem pendidikan yang memang dirancang untuk mereka.