Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

ISTANA ANGGAP PERGANTIAN PURBAYA HAL LUMRAH, BANTAH KAITANNYA DENGAN RESHUFFLE PEJABAT KEMENKEU

JAKARTA, tabloidnusantara. Istana menegaskan pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan bukan peristiwa luar biasa. Tidak ada alasan khusus, semua murni hak prerogatif Presiden.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 16 September 2026. Ia merespons spekulasi yang mengiringi pencopotan Purbaya yang terbilang mendadak.

“Oh, enggak. Itu pergantian biasa saja sebetulnya. Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga prerogatif Presiden, kan, ya,” ujar Bambang.

Ia juga membantah anggapan bahwa pencopotan tersebut merupakan buntut dari langkah Purbaya merombak jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Menurutnya, rotasi jabatan bisa terjadi kapan saja tanpa harus dimaknai sebagai konflik.

Bantahan itu bersinggungan langsung dengan pernyataan Purbaya sehari sebelumnya. Dalam serah terima jabatan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa 15 September 2026, Purbaya sempat mengakui ada kaitan antara perombakan internal yang ia lakukan dengan keputusan pemberhentiannya.

“Sebagian ada. Sebagian iya,” kata Purbaya singkat, meski ia tetap menekankan bahwa pergantian menteri adalah hak penuh Presiden.

Pergantian itu sendiri berlangsung dramatis. Pada Senin 14 September 2026, Purbaya tengah memimpin rapat bersama Komite IV DPD RI membahas ekonomi dan kebijakan transfer ke daerah untuk 2027.

Di tengah paparan, ia ditelepon Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Rapat sempat diskors beberapa menit, Purbaya keluar ruangan, lalu tidak kembali melanjutkan pembahasan.

Hanya berselang beberapa jam, sekitar pukul 15.30 WIB di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Suahasil bukan orang baru di gedung Lapangan Banteng. Ekonom kelahiran Jakarta 23 November 1970 itu adalah Guru Besar FEB Universitas Indonesia dan telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 di era Presiden Joko Widodo, kemudian berlanjut di Kabinet Merah Putih. Sebelumnya ia juga pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal.

Dengan pelantikan ini, Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga di pemerintahan Prabowo, setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa yang hanya menjabat sekitar satu tahun sejak 8 September 2025.

Usai dilantik, Suahasil menyampaikan apresiasi kepada Purbaya dan mengaku mendapat arahan tegas dari Presiden untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas fiskal.

APBN, kata dia, harus dikelola secara hati-hati agar tetap mampu menopang program prioritas pemerintah di tengah tekanan global yang belum mereda.