TANGERANG, tabloidnusantara. Rabu siang yang seharusnya normal berubah menjadi kepanikan di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Api berkobar hebat, membubung dengan asap hitam pekat yang terlihat dari kejauhan, melahap deretan gudang satu per satu.
Video yang beredar memperlihatkan kobaran yang tidak terkendali. Truk-truk besar dan kendaraan logistik dievakuasi buru-buru, menjauh dari titik api agar tidak ikut menjadi korban rambatan.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi hingga sore ini proses pemadaman masih berlangsung. Pendataan sementara mencatat 20 gudang sudah terbakar dan ambruk.
“Yang sudah terbakar itu sebanyak 20, tinggal saat ini teman-teman sedang membasahi gudang-gudang yang belum terbakar, mudah-mudahan tidak terbakar ya, supaya perambatannya enggak sampai ke gudang berikutnya,” ujar Taufik di lokasi.
Parahnya, isi gudang belum bisa diidentifikasi. Hampir seluruh bangunan yang terbakar sudah rata dengan tanah, menyisakan puing dan bara. Apa yang disimpan di dalamnya, dari bahan kimia hingga barang elektronik, masih menjadi tanda tanya karena semuanya hangus sebelum sempat didata.
“Karena pada saat itu kondisi gudang sudah ambruk. Jadi belum ketahuan nih gudang-gudang apa, isinya juga udah kebakar,” jelasnya.
Untuk menjinakkan api, BPBD mengerahkan empat unit armada Damkar. Bantuan datang dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta dan pengelola kawasan pergudangan sendiri.
Armada tambahan dari Pos Damkar Mauk, Pasar Kemis, Sepatan, dan Kosambi juga sedang dalam perjalanan untuk memperkuat penyekatan agar api tidak merembet ke blok berikutnya.
Di tengah kobaran besar itu, satu kabar melegakan disampaikan Taufik. Hingga kini tidak ada korban jiwa maupun luka.
Penyebab kebakaran juga belum dapat disimpulkan karena fokus utama masih pemadaman dan penyelamatan kawasan sekitar.
“Sementara ini kami masih fokus dalam penanganan. Untuk penyebab masih belum ditemukan,” tuturnya.
