KUPANG, tabloidnusantara. Di tengah semangat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono datang dengan peringatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Dari SDK St. Arnoldus Penfui, Kota Kupang, ia meminta sekolah menjadi garda terdepan penjaga keamanan pangan siswa.
Bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, Rabu ini Sudaryono meninjau langsung distribusi MBG. Di hadapan kepala sekolah dan para guru, ia menekankan satu hal yang kerap luput, label batas waktu konsumsi di setiap ompreng.
“Saya berpesan kepada Kepala Sekolah dan para Guru, agar saat menerima makanan dari SPPG, pastikan di setiap ompreng terdapat label batas waktu untuk mengonsumsi,” tegasnya.
Pesan itu bukan formalitas. Sudaryono meminta guru tidak hanya menerima dan membagikan, tetapi melakukan pengecekan langsung sebelum makanan sampai ke tangan siswa.
Pastikan layak, pastikan aman. Karena program sebesar MBG tidak boleh runtuh hanya karena kelalaian kebersihan.
Untuk memastikan kualitas tidak bergantung pada itikad baik semata, BGN tengah menyiapkan instrumen kontrol baru. Sebuah sistem penilaian yang memungkinkan sekolah memberikan evaluasi langsung kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melayani mereka.
Aspek yang dinilai mencakup kebersihan makanan, variasi menu, hingga ketepatan layanan. Hasilnya akan menjadi rapor untuk memperbaiki pelaksanaan MBG di lapangan.
“Saat ini kami sedang menyiapkan sebuah sistem, agar kedepannya setiap sekolah dapat melakukan penilaian kepada masing-masing SPPG,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Sudaryono dan Gubernur Melki tidak hanya meninjau. Keduanya duduk bersama siswa, ikut menyantap menu MBG yang sama, berdialog, dan melihat langsung respons anak-anak.
Gubernur Melki mengapresiasi langkah tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah pusat mengawal program prioritas nasional hingga ke ujung timur Indonesia.
Menurutnya, Pemprov NTT akan terus memperkuat kolaborasi dengan BGN dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan MBG tidak hanya berjalan, tetapi berkualitas dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak NTT.
