Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BRIMOB SIAPKAN 300 PORSI PERHARI DUKUNG OPERASI PENCARIAN JURNALIS HILANG

PANDEGLANG, tabloidnusantara. Di Posko Utama SAR Pantai Carita, Pandeglang, Banten, aroma masakan mengepul di antara kecemasan. Sementara tim gabungan menyisir Selat Sunda mencari rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Senin lalu, satu mobil dapur lapangan Polri terus menyala.

Bukan sekadar logistik. Kehadiran dapur umum dari Satuan Brimob Polda Banten ini menjadi denyut kemanusiaan di posko yang dipenuhi personel SAR, warga, dan keluarga korban yang menunggu kabar.

Ketua Tim Dapur Lapangan Polri, Sadiel Marbun, menegaskan fasilitas ini didirikan atas perintah langsung Kapolda Banten. Tujuannya satu, memastikan tidak ada satu pun orang di posko yang kelaparan di tengah operasi berat.

“Aksi kemanusiaan ini, dapur lapangan ini didirikan atas perintah Kapolda Banten untuk memfasilitasi kebutuhan logistik seluruh personel tim SAR gabungan, masyarakat, dan pihak keluarga yang berada di posko,” ujar Marbun di Carita, Rabu.

Operasionalnya dimulai sejak hari kedua pencarian, Selasa 8 September. Setiap hari, dapur bergerak menyajikan tiga ratus porsi makanan siap saji. Rinciannya presisi, seratus porsi untuk sarapan, seratus untuk makan siang, dan seratus lagi untuk makan malam.

Ritme kerja mereka ketat. Kompor sudah menyala sejak pukul lima pagi untuk sarapan, kembali mengepul pukul setengah dua belas siang, dan terakhir pada setengah delapan malam untuk makan malam. Dalam waktu satu hingga satu setengah jam, ratusan porsi itu harus matang tepat waktu.

Di balik mobil dapur itu, hanya tujuh personel Satbrimob yang bekerja. Latar belakang mereka adalah pasukan logistik dan operasi taktis, bukan juru masak profesional. Namun di tangan mereka, solidaritas menjadi bumbu utama.

“Untuk 300 porsi itu kami masaknya selama 1-1,5 jam lah jadi dapat kami pastikan tepat waktu dan relawan, petugas atau semua yang ada disini tidak kelaparan,” kata Marbun.

Ia pun tersenyum saat ditanya soal rasa. Menurutnya, kekompakan tim membuat masakan mereka memiliki cita rasa khas yang tak kalah dari restoran berbintang. Di tengah misi pencarian yang menguras fisik dan emosi, sepiring nasi hangat dari dapur Brimob menjadi penguat bahwa negara hadir, bukan hanya dengan perahu dan pelampung, tetapi juga dengan perhatian paling dasar: makanan.