Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MOBIL DINAS JADI KURIR SABU: SOPIR KADIS DI BALIKPAPAN TERJERAT JARINGAN MALAYSIA

BALIKPAPAN, tabloidnusantara. Kasus narkoba yang menjerat sopir operasional Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Balikpapan membongkar celah pengawasan di lingkup pemerintahan. WS, yang sehari-hari mengemudikan Toyota Innova Zenix KT 1645 IN milik Kepala Dinas, ditangkap dengan barang haram di dalam mobil dinas itu sendiri.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menyebut penangkapan WS bukan akhir, melainkan pintu masuk.

Penyidik kini membedah total aktivitas WS selama menjadi sopir pribadi Kepala Dinas sejak 2021, termasuk siapa saja yang biasa nongkrong dengannya dan bagaimana pola penggunaan kendaraan dinas tersebut di lingkungan kantor.

Polda Kaltim menegaskan pendalaman ini penting. Tujuannya bukan hanya untuk membuktikan kepemilikan barang bukti, tetapi juga untuk memetakan apakah lingkungan kerja dan pergaulan WS ikut menjadi jalur distribusi. Hasilnya nanti akan diserahkan sebagai bahan evaluasi bagi Pemkot Balikpapan untuk memperketat pengawasan internal.

Kasus ini bermula pada Rabu, 2 September sekitar pukul 18.00 WITA di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah. Tim Subdit I Ditresnarkoba menangkap WS saat diduga bertransaksi sabu dengan seorang pria berinisial IN di dalam mobil dinas tersebut. Dari penggeledahan ditemukan 15 butir ekstasi dan satu paket sabu.

Pengembangan berjalan cepat. Pada malam yang sama, polisi mengamankan AG alias B di Jalan Alamanda Barat. Jejak kemudian mengarah ke CJA alias C, yang digerebek di kamar kosnya di kawasan Pondok Karya Agung, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Di lokasi terakhir inilah skala jaringan terbongkar.

Total barang bukti yang disita dari rangkaian penangkapan 2 hingga 4 September itu mencapai sekitar 2,9 kilogram sabu dan 1.900 butir ekstasi. Angka yang jauh melampaui temuan awal di mobil dinas.

Kepada penyidik, CJA mengaku pasokan diperoleh dari warga negara Malaysia berinisial DRS. Sosok ini kini telah masuk daftar pencarian orang dan diburu Polda Kaltim sebagai pemilik barang dalam jaringan internasional tersebut. Polisi juga menelusuri dugaan pengiriman via jalur kargo udara dari Pekanbaru ke Balikpapan.

Untuk mengurai peran mobil dinas, penyidik pada Senin, 14 September memeriksa Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Balikpapan, Irma Pratiwi Aryana Musa.

Pemeriksaan selama 1,5 jam itu dilakukan untuk mengklarifikasi rekam jejak WS dan status penggunaan Innova Zenix sejak 2021. Polda Kaltim menegaskan temuan di mobil dinas tidak serta-merta mengindikasikan keterlibatan pimpinan.

“Kita tidak melulu hanya bicara penindakan terpola, tapi kita juga bicara pencegahan terintegrasi. Isu ini bukan lagi menjadi isunya kepolisian. Kita mengajak semua pihak juga untuk bermitra,” kata Romylus.

Kini empat tersangka WS, IN, AG, dan CJA telah diamankan, sementara DRS masih buron. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran narkotika kerap menyusup melalui relasi terdekat dan memanfaatkan fasilitas negara yang luput dari pengawasan.