Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

STOK BERAS NASIONAL DINYATAKAN AMAN HINGGA JUNI 2027, PEMERINTAH KLAIM TEMBUS SEJARAH BARU KETAHANAN PANGAN

JAKARTA, tabloidnusantara. Di tengah sorotan terhadap kasus beras fortifikasi bermasalah, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman membawa kabar berbeda.

Ia memastikan persediaan beras Indonesia tetap aman hingga pertengahan tahun depan, bahkan saat ancaman El Nino ekstrem mulai dirasakan.

Pernyataan itu disampaikan Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa 15 September 2026.

Ia membuka dengan penegasan bahwa kondisi pangan nasional tidak goyah meski dunia sedang dihantam krisis pangan, energi, dan air.

“Hari ini kami ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama adalah pangan kita alhamdulillah aman, khususnya beras di tengah guncangan dunia, krisis pangan, krisis energi dan krisis air,” kata Amran.

Menurutnya, rasa aman itu bukan kebetulan. Pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi jauh hari sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Fokusnya diarahkan pada penguatan infrastruktur pertanian mulai dari pembangunan irigasi, embung, irigasi perpompaan, optimalisasi lahan sawah dan rawa, hingga program cetak sawah baru. Tujuannya satu, menjaga agar produksi tidak turun meski cuaca tidak bersahabat.

Dari sisi produksi, Amran memproyeksikan standing crop atau tanaman padi siap panen saat ini berada di kisaran 3,8 juta hektare. Dari luasan itu diperkirakan akan dihasilkan sekitar 10 juta ton beras.

Angka tersebut ditambah dengan kebutuhan besar dari sektor hotel, restoran, dan kafe yang juga menyerap lebih dari 10 juta ton, sehingga perputaran pasokan di dalam negeri tetap kuat.

Cadangan menjadi penopang berikutnya. Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini berada di kisaran 5 juta ton. Jika digabung dengan proyeksi produksi dan pasokan lain, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 hingga 26 juta ton.

Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat yang berada di angka 2,5 sampai 2,6 juta ton setiap bulan, Amran menghitung stok yang ada cukup untuk menopang kebutuhan sekitar 10 bulan ke depan. Artinya, sejak September 2026 hingga Juni 2027, Indonesia tidak perlu khawatir kekurangan beras.

“Kebutuhan kita per bulan itu 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya apa? Cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan. Katakanlah kita hitung bulan bulan ini 9, sampai bulan enam tahun depan stok kita aman, jadi sangat aman,” bebernya.

Yang menarik, di saat negara lain masih berjuang mengamankan pangan, Indonesia justru sudah melangkah lebih jauh. Amran menyebut Indonesia telah mengekspor beras ke Malaysia dan menyalurkan bantuan 10 ribu ton beras untuk Palestina.

Bagi Amran, ini bukan sekadar angka. Ini adalah sejarah baru. Untuk pertama kalinya Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan di dalam negeri, tetapi juga hadir memenuhi kebutuhan negara lain.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mengawal produksi dan distribusi agar stabilitas harga tetap terjaga.

Dengan infrastruktur yang terus dibangun dan cadangan yang cukup, Amran optimistis Indonesia bisa melewati dampak El Nino tanpa harus impor besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya.