Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

SEBELUM DICOPOT, PURBAYA MAU HANTAM PERUSAHAAN ASING YANG HINA ATURAN NEGARA INDONESIA

JAKARTA, tabloidnusantara. Beberapa jam sebelum resmi dicopot dari jabatan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa masih sempat melontarkan pernyataan keras di depan publik. Bukan soal angka APBN, melainkan soal harga diri aturan di negeri ini.

Pernyataan itu keluar saat Purbaya menghadiri rapat dengan Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 14 September 2026. Dengan nada menahan emosi, ia mengaku merasa dihina oleh ulah perusahaan asing yang menganggap hukum di Indonesia bisa dinegosiasikan dengan uang.

“Karena orang perusahaan-perusahaan sana tuh menghina saya. Dia bilang gini, nggak ada gunanya kita ikuti peraturan Indonesia, orang Indonesia nggak akan bisa berubah. Dibayar, selesai,” ujar Purbaya.

Kalimat “dibayar, selesai” itu yang paling menyengat. Bagi Purbaya, itu bukan sekadar keluhan. Itu adalah cermin dari praktik lama yang selama ini menggerogoti kepastian usaha dan keadilan bagi pelaku domestik.

Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi untuk cara-cara seperti itu.

“Kita akan hantam yang gitu-gitu. Walaupun saya kelihatan ketawa-ketawa, dalam hati ‘kurang ajar!’ Jadi yang itu saya nggak ada kompromi yang seperti itu,” tegasnya.

Sikap tegas itu muncul di tengah upayanya membenahi mesin penerimaan negara. Purbaya menyebut saat ini jajaran perpajakan sedang diperbaiki cara kerjanya dalam menarik setoran ke kas negara. Proses itu, akunya, menimbulkan kegaduhan di internal.

“Jadi izin bapak-ibu saya sedang perbaiki di pajak juga, cara kerja mereka mengumpulkan pajak. Ada keributan sedikit-sedikit, tapi nggak apa-apa,” katanya.

Tujuannya sederhana namun besar. Meningkatkan penerimaan negara tanpa mengorbankan iklim usaha yang sehat. Purbaya ingin pengusaha dalam negeri tidak lagi bersaing dengan pemain yang menang karena bisa “menyerobot” aturan.

Jika lapangan bermain rata, maka usaha lokal punya peluang tumbuh dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

Pernyataan keras itu menjadi salah satu catatan terakhir Purbaya di kursi Menkeu. Beberapa jam kemudian, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih. Purbaya digantikan oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Purbaya menjabat sejak 8 September 2025. Selama setahun ia dikenal sebagai menteri yang ceplas-ceplos, blak-blakan, dan tidak ragu menegur praktik yang ia anggap menyimpang.

Komentar terakhirnya tentang perusahaan yang “dibayar, selesai” seolah menjadi penutup masa jabatannya, sekaligus pesan yang ia titipkan kepada penggantinya.

Kini bola ada di tangan Suahasil. Tantangannya bukan hanya menjaga defisit dan pertumbuhan, tetapi juga menindaklanjuti garis tegas itu. Apakah aturan akan tetap bisa dibeli, atau akhirnya benar-benar ditegakkan.