Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
KRIMINAL

BERAWAL DARI PERSOALAN ROKOK, REMAJA 17 TAHUN DITIKAM HINGGA TEWAS DI MIMIKA

TIMIKA, tabloidnusantara. Persoalan sepele terkait rokok berujung maut. Seorang remaja berinisial MR (17) tewas setelah ditikam di depan Kios Wahyu Cell, KM 9, Kelurahan Kambun Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 19.57 WIT.

Korban yang merupakan warga Kambun Jaya mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri. Ia sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan para saksi kepada polisi, sebelum kejadian korban sedang duduk bermain telepon seluler sambil menemani saksi menjaga kios.

Tak lama kemudian, dua orang yang diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol datang dari arah KM 11 menuju kios. Salah seorang dari mereka kemudian meminta rokok kepada penjaga kios.

Korban yang menjawab permintaan tersebut mengatakan dirinya tidak merokok dan hanya memiliki permen. Korban bahkan sempat menawarkan permen kepada orang tersebut.

Namun, jawaban tersebut diduga membuat pelaku tersinggung. Pelaku kemudian masuk ke dalam kios dan meminta saksi membakarkan rokok.

Korban yang merasa tidak terima kemudian menarik saksi masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, korban kembali keluar dan mendatangi kedua orang tersebut.

Keributan pun pecah di depan kios. Dalam situasi tersebut, salah seorang pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban pada bagian dada.

Usai melakukan penikaman, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah kota.

Dalam kondisi terluka dan berlumuran darah, korban berlari masuk ke dalam rumah untuk meminta pertolongan. Salah seorang saksi kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban menggunakan mobil pikap menuju RSUD Kabupaten Mimika.

Saksi lainnya mengaku berada di dalam rumah ketika mendengar keributan dari luar. Saat keluar untuk memeriksa, saksi melihat korban sudah tergeletak dengan luka tusuk pada bagian dada.

Sementara itu, saksi lain mengaku melihat dua orang yang diduga sebagai pelaku melarikan diri menuju Jembatan KM 9, tepatnya di sekitar depan Satuan Radar TNI Angkatan Udara. Salah seorang di antaranya disebut masih membawa pisau.

Peristiwa tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap identitas kedua terduga pelaku dan memastikan motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.