Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

“SUASANA MENCEKAM, ALARM TAK ADA, KAPAL MIRING CEPAT”: KESAKSIAN AHMAD SAUDI DARI GELADAK VIRGO TRANSPORT 8

BANJARMASIN, tabloidnusantara. Gelap, sesak, dan miring. Itu tiga kata yang diingat Ahmad Saudi saat Kapal Virgo Transport 8 oleng di Laut Jawa pada Sabtu malam.

Ia selamat. Tapi hingga Minggu di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, bayangan panik ratusan orang yang berebut menyelamatkan diri masih menghantui kepalanya.

Ahmad datang ke Kalimantan Selatan untuk mengantar bus. Seperti penumpang lain, ia tidak kebagian kamar. Kapal terlalu penuh.

“Saya kan bawa bus, saya punya unit di sini. Habis ngambil bus, saya kirim ke sini. Saya tidurnya di dekat kabin, di sofa. Kamar itu kan penuh, jadi saya tidur di kursi panjang,” ceritanya.

Karena kamar ekonomi sudah sesak, banyak penumpang memilih tidur di kursi, di lantai, di mana saja yang bisa merebahkan badan. Termasuk para ibu dan anak yang menurut Ahmad lebih banyak memilih bertahan di dalam kamar.

Malam itu ombak datang dari segala arah. Kapal mulai terasa tidak seimbang. Ahmad menduga muatan truk di sisi kiri membuat Virgo cepat miring.

“Saya ngikutin kapal aja. Kapal miring, kita pegangan dulu di atas kapal. Abis gitu kapal miring, langsung kita naik ke ujungnya kapal yang bawah itu. Ombak samping kanan kiri,” tuturnya.

Yang paling ia sesalkan adalah tidak adanya tanda peringatan sama sekali. Tidak ada alarm. Tidak ada aba-aba. Kapal miring begitu cepat hingga sebagian besar penumpang belum sempat keluar.

“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan supir-supir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar,” katanya lirih.

Di geladak, para sopir truk dan penumpang laki-laki masih bisa berlari ke sisi kapal dan melompat. Di dalam kamar ekonomi, waktu terasa habis sebelum pintu sempat terbuka.

Hingga kini tim SAR masih menyisir perairan Laut Jawa. Bagi Ahmad, Virgo bukan hanya tenggelam karena ombak. Kapal itu tenggelam bersama kepanikan orang-orang yang tidak diberi kesempatan untuk lari.